Tingkatkan Keamanan Maritim, Cina Gelar Latma Militer dengan 5 Negara ASEAN

Jakarta, IDM - Cina gelar latihan bersama (latma) bertajuk 'Aman Youyi 2023' dengan lima negara anggota ASEAN yaitu Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja dan Laos di lepas pantai Zhanjiang hingga 22 November mendatang.
Baca Juga: Korut Kritik Kelompok G7 Sebagai ‘Sisa-sisa Perang Dingin’
Dilansir dari China Military, Rabu (15/11), Aman Youyi 2023 berfokus pada operasi kontraterorisme dan keamanan maritim, yang melibatkan lebih dari 3.000 peserta. Latihan ini juga akan dilakukan di darat dalam bentuk komando gabungan maupun operasi multidimensi.
"Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan semua pihak yang berpartisipasi dalam operasi kontra-terorisme, memperdalam rasa saling percaya militer dan kerja sama pragmatis, sekaligus bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional," tulis Chinese People's Liberation Army (PLA).
Baca Juga: Ukraina Sebut Rusia Intensifkan Serangan Udara Ke Kota Avdiivka
Latihan Aman Youyi diprakarsai oleh Cina dan Malaysia, dengan latma perdananya digelar di Kuala Lumpur pada tahun 2014 lalu. Tahun ini merupakan iterasi yang ke-5 tetapi merupakan yang pertama kali melibatkan Vietnam, Kamboja, dan Laos. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































