INTERNASIONAL

Tiga Tahun Konflik Gaza, PBB Serukan Israel-Hamas Patuhi Kesepakatan Gencatan Senjata

Keluarga Palestina
Keluarga Palestina duduk di tengah reruntuhan rumah yang rusak di Gaza. (Foto: Dok. UN OCHA)

Jakarta, IDM – Wakil Sekjen PBB untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat (UN OCHA), Tom Fletcher, mendesak Israel dan Hamas untuk sepenuhnya menjalankan kesepakatan gencatan senjata.

Hal Ini ia ungkapkan tepat tiga tahun setelah konflik pecah pada 7 Oktober 2023. Menurutnya, meskipun telah disepakati gencatan senjata, korban jiwa masih terus berjatuhan. Masih banyak pula warga Palestina yang harus mengungsi dan menghadapi musim dingin keempat di dalam tenda maupun tempat penampungan darurat.

Baca Juga: Houthi Serang Bandara Internasional Aden di Yaman

"Kami kembali mendesak Israel dan Hamas untuk sepenuhnya melaksanakan gencatan senjata; melindungi warga sipil, termasuk pekerja kemanusiaan; menyingkirkan segala hambatan terhadap penyaluran bantuan; mematuhi hukum internasional; serta memilih perdamaian yang langgeng," imbuh Fletcher dalam keterangan tertulis, melansir UN OCHA, Rabu (7/10).

Dilansir Anadolu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa konflik selama tiga tahun ini telah menewaskan 74.237 orang dan 175.206 lainnya terluka. Jumlah korban tewas yang itu setara dengan sekitar 3,4% dari perkiraan populasi Gaza sebelum konflik yang berjumlah 2,2 juta jiwa.

Baca Juga: Lalui Proses Diplomasi Panjang, Kemlu Fasilitasi Kepulangan 4 Kru Kapal dari Perompak Somalia

Sementara, dari 71.444 korban jiwa yang teridentifikasi berdasarkan usia dan jenis kelamin hingga 31 Desember 2025 yakni 47,7% laki-laki, 29,8% anak-anak, 15,4% perempuan, dan 7,1% lanjut usia.

Kerusakan akibat serangan Israel juga menjadi salah satu tantangan kemanusiaan jangka panjang di Gaza. Hampir 1,9 juta warga Palestina atau sekitar 90% dari populasi Gaza, telah mengungsi selama konflik berlangsung. Bahkan, banyak di antaranya terpaksa berpindah tempat berkali-kali.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.