INTERNASIONAL

Lalui Proses Diplomasi Panjang, Kemlu Fasilitasi Kepulangan 4 Kru Kapal dari Perompak Somalia

Menlu RI Arrmanatha Nasir
Menlu RI Arrmanatha Nasir saat menyambut ketibaan empat kru kapal yang telah dibebaskan dari pembajakan Somalia, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, pada Selasa (6/10). (Foto: Dok. Kemlu RI)

Jakarta, IDM – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memfasilitasi kepulangan empat kru kapal MT Honour 25 yang telah dibebaskan dari pembajakan di Somalia. Seluruh kru tiba dengan selamat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (6/10).

Menlu RI Arrmanatha Nasir menjelaskan, proses pembebasan memerlukan waktu panjang dan melibatkan diplomasi serta koordinasi dengan berbagai pihak. Sementara, tindak lanjut proses pemulangan, termasuk perawatan kesehatan bagi para WNI, dapat terlaksana dengan baik.

“Sejak awal Kemlu telah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak. Koordinasi kita tidak saja dilakukan dengan Pemerintah Somalia dan pemilik kapal, namun juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya ikut di dalam kru kapal,” ujarnya melansir Kemlu RI, Rabu (7/10).

Baca Juga: Trump Ungkap Alasan Tarik Mundur Pesawat Pengebom B-1 dari Inggris

Ia menyampaikan apresiasi kepada kapten kapal atas kepemimpinannya selama masa penyanderaan, serta kepada keluarga para kru atas kesabaran mereka selama hampir enam bulan menantikan kepastian mengenai kondisi anggota keluarganya.

Penyambutan dilanjutkan dengan prosesi serah terima kru kapal dari Kementerian Luar Negeri kepada perwakilan keluarga. Selanjutnya, seluruh kru dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Sejak 21 April 2026, Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI dan KBRI Nairobi telah melakukan serangkaian upaya pembebasan kapal beserta seluruh krunya melalui koordinasi intensif dengan otoritas dan berbagai pihak di Somalia, serta pendekatan kepada perwakilan negara asal para kru. Upaya itu berujung pada pembebasan para kru pada 29 September 2026 melalui operasi yang dilakukan otoritas Puntland.

Baca Juga: Houthi Klaim Serang Arab Saudi, Tiga Orang Terluka

Selama proses penanganan, Kemlu bersama Kementerian Perhubungan juga telah melaksanakan rangkaian kegiatan family engagement pada 5–7 Mei, 8–11 Juni, serta 15 September 2026 guna menjaga komunikasi dengan keluarga serta memastikan tersampaikannya informasi yang akurat mengenai perkembangan penanganan kasus. Arrmanatha menyampaikan apresiasi kepada Menko PMK Sugiono yang pada saat proses penanganan kasus masih menjabat sebagai menlu.

Kemlu turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Somalia dan otoritas Puntland, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, Perwakilan RI terkait, pihak pemilik kapal, pemerintah negara asal kru lainnya, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembebasan dan pemulangan para kru.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.