INTERNASIONAL

Terus Ditekan Rusia, Pasukan Ukraina Terpaksa Mundur Dari Donetsk

Ukraina
Pasukan Ukraina di medan tempur. (Foto: Dok. X/Volodymyr Zelensky)

Jakarta, IDM - Komandan tertinggi Ukraina mengatakan bahwa situasi di garis depan pertempuran semakin sulit, sehingga pasukannya yang kalah jumlah terpaksa mundur dari posisinya di wilayah timur Donetsk.

Dilansir dari BBC, Senin (29/4), Pernyataan Oleksandr Syrskyi itu mencerminkan memburuknya posisi di timur yang diharapkan Ukraina dapat stabil usai menerima Amerika Serikat menyetujui bantuan tambahan senilai $61 miliar pada beberapa waktu lalu.

Baca Juga: SIPRI: India Jadi Negara Keempat dengan Anggaran Militer Terbanyak Senilai $83,6 Miliar

Namun senjata-senjata dari AS itu belum sampai ke garis depan, di mana pasukan Ukraina telah tertekan selama berbulan-bulan karena kekurangan amunisi, pasukan, dan pertahanan udara. Situasi itu pun nampak dimanfaatkan Rusia dengan terus memukul mundur Ukraina sebelum mereka mendapatkan pasokan senjata dari sekutu tersebut.

“Situasi di garis depan semakin memburuk,” kata Syrskyi.

Ia pun menyebut pasukan Ukraina telah mundur dari beberapa posisi mereka di wilayah Donetsk yang merupakan bagian dari garis depan pertahanan, yang dibentuk setelah Rusia merebut Avdiivka pada bulan Februari lalu.

Baca Juga: Ledakan di Gudang Amunisi Tewaskan 20 Tentara Kamboja

Kini, Ukraina membentuk garis pertahanan baru yang lebih jauh ke barat di beberapa daerah. Jenderal Ukraina itu pun mengakui kemunduran mereka karena serangan Rusia, yang disebut telah mencapai “keberhasilan taktis di beberapa sektor".

Ia menambahkan bahwa brigade Ukraina yang diistirahatkan sudah diutus kembali dan dirotasi menggantikan unit di beberapa daerah. Sementara, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pasukannya telah merebut desa Novobakhmutivka, sekitar 10 km arah utara Avdiivka. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.