Terus Bertambah, Korban Tewas Warga Palestina Tembus 60.000 Jiwa

Jakarta, IDM – Kementerian Kesehatan Gaza menyebut jumlah korban jiwa akibat serangan militer Israel sejak Oktober 2023 terus bertambah.
Hingga Selasa (5/8), korban meninggal telah mencapai 60.933 orang. Dalam 24 jam terakhir, 94 jenazah telah dibawa ke rumah sakit, sementara 439 orang lainnya mengalami luka-luka. Sementara total korban luka sejak dimulainya perang mencapai 150.027 orang.
Baca Juga: PMPP Beri Pembekalan 25 Personel Tenaga Kesehatan TNI untuk Tugas ke Palestina
“Banyak korban masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan maupun tergeletak di jalan-jalan, karena tim penyelamat kesulitan menjangkau lokasi,” tutur pernyataan resmi Kementerian Kesehatan Gaza, dikutip dari Anadolu, Selasa (5/8).
Laporan tersebut juga membeberkan 29 warga Palestina tewas dan 300 lainnya terluka di tengah upaya memperoleh bantuan kemanusiaan.
Adapun serangan militer Israel kembali digencarkan sejak 18 Maret. Serangan tersebut menghilangkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan yang sempat berlaku pada Januari.
Sejak serangan bertubi-tubi dilakukan, ada 9.440 warga Palestina tewas dan 37.986 orang luka-luka.
Baca Juga: Bertemu Prabowo dan Sjafrie, Komandan Koopsus AS Bahas Upaya Mempererat Kerja Sama Pertahanan
Data dari Badan Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyatakan sekitar 1.500 warga Gaza tewas saat berusaha mencari makanan dan bantuan di tengah ancaman kelaparan parah yang melanda wilayah tersebut sejak Mei 2025.
OCHA menyebut para korban tewas saat saat berada di rute konvoi PBB atau titik distribusi yang dikawal ketat oleh militer Israel. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































