Bertemu Prabowo dan Sjafrie, Komandan Koopsus AS Bahas Upaya Mempererat Kerja Sama Pertahanan

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Commander of The United States Special Operations Command (USSOCOM) atau Komandan Komando Operasi Khusus (Koopsus) Amerika Serikat Jenderal Bryan P. Fenton beserta delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (4/8).
Kunjungan ini menggarisbawahi kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia. Keduanya sepakat untuk mempererat kerja sama keamanan dan pertahanan meliputi upaya kewaspadaan domain maritim gabungan serta kontraterorisme.
Baca Juga: Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S/UNIFIL Temukan UXO Saat Patroli Gabungan
“Saya merasa terhormat dapat mengunjungi Indonesia mewakili 70.000 personel pria dan wanita dalam Pasukan Komando Operasi Khusus AS. Kami menghargai hubungan yang erat dengan militer Indonesia sebagai mitra penting untuk memastikan stabilitas di kawasan ini," ujar Fenton melansir keterangan resmi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, Selasa (5/8).
Fenton pun menganugerahkan Medali USSOCOM kepada Prabowo sebagai pengakuan atas dukungan yang luar biasa bagi pasukan operasi khusus dan peran Presiden RI ke-8 itu dalam mempererat hubungan pertahanan bilateral.
Penghargaan itu menyatakan bahwa advokasi Prabowo dalam meningkatkan langkah-langkah keamanan telah berkontribusi signifikan terhadap upaya global melawan ancaman-ancaman yang muncul, sekaligus mendorong stabilitas dan perdamaian di kawasan.
“Komitmen bersama kami untuk keamanan regional dan kemakmuran menjadi hal yang utama dalam kunjungan Jenderal Fenton,” ujar Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Peter M. Haymond.
Baca Juga: Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL Bantu Masyarakat Lebanon dengan Sistem Penyaringan Air
“Kami berharap dapat memperdalam hubungan kami melalui latihan militer Super Garuda Shield yang diperluas akhir bulan ini. Kerja sama kami di bawah Kemitraan Strategis Komprehensif Amerika Serikat dan Indonesia membuat kedua negara menjadi lebih kuat dan aman," sambungnya.
Adapun, latihan Super Garuda Shield akan berlangsung pada 25 Agustus hingga 4 September 2025, yang melibatkan para pasukan dari 14 negara. Tujuannya untuk mendorong interoperabilitas, memperkuat upaya gabungan, dan mempromosikan keamanan kawasan. (bp)
Hankam

Tindaklanjuti Instruksi Presiden, TNI Kembali Kerahkan Tim Penyuluh Karhutla ke Sumatra dan Kalimantan
TNI mengerahkan 289 personel Seskoad ke Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan untuk memperkuat edukasi preventif dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































