Tentara Filipina Berhasil Lumpuhkan Pemimpin Kelompok Teroris Afiliasi ISIS

Jakarta, IDM - Pemimpin kelompok terorisme Dawla Islamiya Maute (DI Maute), yang berafiliasi dengan ISIS, dilaporkan tewas dalam pertempuran melawan pasukan militer Filipina yang berusaha menangkapnya di Mindanao pada beberapa waktu lalu.
Dilansir dari Al Jazeera, Jumat (16/6), sekitar 100 aparat gabungan dari polisi dan tentara Filipina dikerahkan untuk bersiaga di sebuah apartemen tempat Abu Zacharia, pemimpin DI Maute bersembunyi. Baku tembak pun terjadi selama beberapa menit, menewaskan Zacharia dan kaki tangannya, Abu Morsid di tempat.
Baca Juga: Norwegia dan Denmark Sepakat Pasok 9.000 Amunisi ke Ukraina
"Insiden itu membuat kelompok DI Maute tanpa seorang pemimpin," lapor Al Jazeera.
Kelompok DI Maute l pertama kali menduduki Kota Marawi di Provinsi Maranao Del Sur, Pulau Mindanao pada 2017. Kala itu, pertempuran anatara tentara Filipina dan kelompok teroris tersebut terjadi selama 5 bulan hingga menewaskan ratusan orang dari masing-masing pihak. Pertempuran itu menjadi salah satu konflik melawan militan yang terburuk di Filipina.
Baca Juga: Merespons Latma AS dan Korsel, Korut Luncurkan Rudal Jarak Pendek
Dalam pernyataan terpisah, seorang warga sipil yang tinggal berdekatan dengan apartemen tempat Zacharia bersama seorang wanita yang diduga istrinya sembunyi, mengaku tidak mengetahui bahwa tetangganya merupakan pemimpin kelompok teroris.
“Wanita itu memberi tahu kami bahwa suaminya bekerja di Arab Saudi. Kami bahkan tidak tahu dia ada di sini. Kami tidak tahu rumah itu disewakan kepada DI Maute," kata Faridah Cotaan Saripada. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































