INTERNASIONAL

Merespons Latma AS dan Korsel, Korut Luncurkan Rudal Jarak Pendek

rudal balistik
Uji coba rudal balistik Korut pada Maret tahun lalu. (Foto: Dok. Kcna.kp)

Jakarta, IDM - Korea Utara (Korut) dilaporkan telah meluncurkan rudal jarak pendek ke arah Laut Jepang pada Kamis (15/6). Peluncuran rudal tersebut dilakukan beberapa saat setelah Korut memperingatkan Amerika Serikat (AS), Jepang dan Korea Selatan (Korsel) untuk tidak menggelar latihan militer di sekitar Semenanjung Korea.

Dilansir dari Yonhap, Jumat (16/6), Joint Chiefs of Staff (JCS) Korsel mengatakan pihaknya mendeteksi dua rudal Korut diluncurkan dari arah Sunan dan Pyongyang, masing-masing pada pukul 19:25 dan 19:37 waktu setempat. Kedua rudal tersebut terbang sejauh 780 kilometer sebelum jatuh ke Laut Jepang.

JCS mendesak Korsel untuk segera menghentikan peluncuran rudal dan menyebutnya sebagai tindakan provokasi yang tidak hanya merusak perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea, tetapi juga internasional.

Baca Juga: Tentara Israel Melancarkan Serangan Rudal ke Suriah

"Dalam koordinasi yang erat dengan AS, militer kami akan mempertahankan postur kesiapan yang kuat untuk menanggapi setiap provokasi," kata JCS.

Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa dua rudal jarak pendek itu terbang dalam lintasan yang tidak teratur dan mendarat di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang.

“Kedua rudal itu mendarat di Laut Jepang sekitar 250 km utara-barat laut pulau Hegura, bagian dari prefektur Ishikawa. Itu adalah kali ke-13 rudal Korut mendarat di ZEE Jepang,” kata Wakil Menteri Pertahanan Jepang Kimi Onoda.

Baca Juga: Norwegia dan Denmark Sepakat Pasok 9.000 Amunisi ke Ukraina

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida pun turut mengecam peluncuran tersebut. Ia menegaskan bahwa Korut telah dengan sengaja tidak menghormati ketentuan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Peluncuran rudal terbaru merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan dan eskalasi provokasi terhadap masyarakat internasional secara keseluruhan. Kami mengajukan protes keras terhadap Korea Utara," kata Kishida. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.