INTERNASIONAL

Tentara dan Milisi Sudan Sepakat Gencatan Senjata Selama Seminggu

Milisi Sudan
Kelompok bertikai di Sudan. (Foto: Dok. Allafrica.com)

Jakarta, IDM – Kelompok yang bertikai di Sudan akhirnya setuju untuk melakukan gencatan senjata selama tujuh hari. Kesepakatan itu diraih setelah dimediasi oleh perwakilan Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) di Jeddah pada Sabtu (20/5) malam.

Dilansir dari Al Jazeera, Senin (22/5), perjanjian gencatan senjata mulai berlaku 48 jam setelah ditandatangani, atau Senin pukul 21:45 waktu setempat.

Baca Juga: Korsel Resmikan Kapal Fregat Cheonan (FFG-826)

Kesepakatan gencatan senjata ini bukanlah yang pertama kali. Namun, kini pihak-pihak yang bertikai akan dipantau oleh Arab Saudi dan AS serta beberapa organisasi internasional. Selain larangan untuk menggunakan senjata selama tujuh hari, perjanjian ini juga termasuk memulihkan layanan kemanusiaan yang krusial, menarik pasukan dari rumah sakit atau fasilitas umum serta mendistribusikan bantuan secara merata.

“Saya memohon kedua belah pihak untuk menjunjung tinggi kesepakatan ini. Mata dunia sedang mengawasi,” kata Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Baca Juga: Zelensky Sangkal Bakhmut Dikuasai Pasukan Rusia

Pertempuran antara tentara Sudan dengan kelompok milisi Rapid Support Forces telah menyebabkan kekacauan di negara tersebut. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setidaknya 705 orang tewas dan 5.287 orang terluka sejak 15 April. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.