INTERNASIONAL

Taiwan Kerahkan Roket Thunderbolt dan Meriam AS, Bikin 'Kill Zone' di Pesisir Pantai

Sistem roket peluncur ganda Thunderbolt-2000
Sistem roket peluncur ganda Thunderbolt-2000 milik militer Taiwan saat melakukan uji tembak langsung dalam latihan tempur di pesisir Taichung. (Foto: Dok. X/Taiwan Security Monitor)

Jakarta, IDM – Militer Taiwan menggelar latihan tempur di sepanjang pesisir Taichung. Dalam simulasi ini, pasukan Taipei mengerahkan sistem roket peluncur ganda Thunderbolt-2000 buatan domestik dan meriam Howitzer Paladin pasokan Amerika Serikat (AS) untuk membangun kill zone atau area sasaran tembak di pantai.

Melansir Reuters, Rabu (10/6), latihan tempur tersebut disiapkan khusus sebagai simulasi untuk menghalau serangan pasukan amfibi Cina. Simulasi skala besar ini digelar secara serentak di delapan titik pertahanan yang membentang sepanjang 20 kilometer.

Ketegangan di Selat Taiwan sendiri memang terus meningkat. Pemerintah Beijing sampai saat ini masih mengklaim Taiwan sebagai wilayah mereka dan tidak pernah melepaskan opsi penggunaan kekuatan militer untuk merebut pulau tersebut. Bahkan, pesawat dan kapal perang Cina hampir setiap hari beroperasi di sekitar wilayah Taiwan.

Baca Juga: Pertama Sejak 2019, Xi Jinping ke Korut Temui Kim Jong Un

Demi menghadapi ancaman nyata itu, Taiwan kini mengubah doktrin latihannya agar lebih realistis dengan kondisi pertempuran sebenarnya. Pasukan tidak lagi berlatih dengan skenario rutin yang mudah ditebak, melainkan dipaksa siap tempur dengan waktu persiapan yang dipangkas habis.

Mengutip pernyataan Komandan Pasukan Roket Taiwan, Liao Neng-cheng, anak buahnya kini menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Jika biasanya pasukan membutuhkan waktu satu minggu untuk bersiap di posisi tempur, kini mereka hanya diberi waktu satu hari saja.

"Kali ini kami hanya tiba di posisi satu hari sebelum latihan dan langsung melakukan persiapan lapangan. Jadi waktu persiapan kami sangat mepet," kata Liao.

Baca Juga: TNI AD: Program Listrik Masuk Papua telah Jangkau 200 Desa

Hal yang sama diungkapkan oleh Komandan Artileri Taiwan, Ong Yih-ming. Menurutnya, formasi kaku menembakkan meriam berat secara rutin sudah tidak dipakai lagi dalam latihan terbaru ini.

"Penentuan waktu untuk masuk ke posisi tempur kali ini benar-benar didasarkan pada kondisi perang yang realistis. Jadi tingkat kesulitannya sangat tinggi bagi pasukan kami," ujar Ong.

Latihan tempur ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi roket Thunderbolt-2000 buatan lokal. Ini merupakan pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir senjata andalan Taiwan tersebut melakukan uji tembak langsung di area operasional pantai setelah kapasitas penekanan jarak jauh dan mobilitas tingginya terus dimodernisasi.

Baca Juga: Mengamuk! Iran Serang Pangkalan AS di 3 Negara, Klaim Hancurkan Hanggar F-35

Di sisi lain, situasi ini memicu reaksi politik yang panas. Kepala Dewan Urusan Daratan Utama Taiwan, Chiu Chui-cheng, menuduh Partai Komunis Cina sebagai pihak yang mencoba mengubah status quo di kawasan tersebut secara sepihak.

"Kami akan menggunakan kekuatan dan kemampuan deteren (daya gentar) yang cukup untuk mencegah komunis Cina mengubah status quo dengan kekerasan," tegas Chiu saat diwawancarai media lokal.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.