Stok Senjata Menipis, NATO Sepakati Kontrak Pembelian Amunisi Senilai $1,2 Miliar

Jakarta, IDM - Aliansi pertahanan NATO menandatangani kontrak pembelian sekitar 220.000 peluru artileri 155 mm senilai $1,2 miliar, dimana sebagian di antaranya akan dipasok ke Ukraina.
Baca Juga: AS Kembali Serang Rudal Anti-Kapal Houthi
Dilansir dari laman resmi NATO, Rabu (24/1), Badan Dukungan dan Pengadaan NATO (NSPA) disebut telah mencapai kesepakatan bersama dimana beberapa negara akan mengirim amunisi itu ke Ukraina atau menggunakannya untuk mengisi persediaan mereka yang menipis.
“Hal ini menunjukkan bahwa struktur NATO untuk pengadaan bersama telah berhasil. Perang Rusia di Ukraina telah menjadi pertarungan untuk mendapatkan amunisi, jadi penting bagi sekutu untuk memenuhi kembali persediaan mereka, seraya terus mendukung Ukraina,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.
Baca Juga: Korut Klaim Uji Coba Senjata Nuklir Bawah Air
Sejak bulan Juli tahun lalu, NSPA telah menyetujui kontrak amunisi senilai 10 miliar dolar diantaranya mencakup $5 miliar untuk 1.000 rudal Patriot dan sisanya untuk artileri 155 mm dan rudal anti-tank. Kontrak pembelian itu disebut "menunjukkan kapasitas industri pertahanan transatlantik untuk meningkatkan pencegahan dan pertahanan NATO." (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































