Stabilitas Jadi Prioritas, Kemenko Polkam Perkuat Sinergi Intelijen

Jakarta, IDM – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menggelar Rapat Koordinasi Optimalisasi Deteksi Dini dan Cegah Dini di Bali.
Rapat tersebut melibatkan perwakilan intelijen dari 24 provinsi serta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Mayjen TNI Heri Wiranto, menegaskan intelijen daerah harus adaptif terhadap dinamika global.
Baca Juga: Kemenko Polkam Perkuat Literasi Digital Bahaya Judol
Menurutnya, intelijen daerah menjadi ujung tombak strategis untuk membaca denyut nadi masyarakat di akar rumput, mengidentifikasi potensi konflik, serta memberikan peringatan dini terhadap berbagai ancaman.
Ia menambahkan, aparat intelijen dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, pemanfaatan big data, hingga menghadapi ancaman perang siber.
“Aparat intelijen harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, big data, hingga perang siber, agar mampu menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional,” ujarnya.
Baca Juga: Menko Polkam: Pemerintah Hargai Setiap Aspirasi yang Disampaikan Masyarakat
Terpisah, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Gede Suralaga, yang membacakan sambutan Gubernur Bali, menekankan pentingnya deteksi dini yang dijalankan secara harmonis dan berkesinambungan.
Menurutnya, upaya ini bukan hanya formalitas, tetapi kebutuhan nyata dalam menjaga stabilitas daerah.
“Deteksi dini dan cegah dini bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata untuk mengantisipasi potensi ancaman,” tegasnya.
Baca Juga: Bersanding dengan Xi Jinping Hingga Putin, Prabowo Hadiri Parade Militer di China
“Sebagai pusat pariwisata dunia, Bali menghadapi tantangan global yang dinamis. Stabilitas kamtibmas menjadi fondasi utama bagi ketentraman, keharmonisan, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Kemenko Polkam pun menegaskan komitmenuntuk terus mengoordinasikan lintas kementerian, lembaga, dan daerah.
Upaya ini diharapkan mampu menjaga stabilitas kamtibmas, meminimalkan potensi konflik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































