INTERNASIONAL

Sekjen PBB Peringatkan Konflik Iran Sudah di Luar Kendali

Sekjen PBB Antonio Guterres.
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: Dok. News.un.org

Jakarta, IDM – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran telah melampaui batas dan di luar kendali, dengan resiko eskalasi yang jauh lebih luas.

"Lebih dari tiga minggu berlalu, perang ini di luar kendali. Konflik itu telah melampaui batas yang bahkan para pemimpin anggap tidak mungkin," kata Guterres di Markas Besar PBB di New York, melansir News.un.org, dikutip pada Kamis (26/3).

Baca Juga: Iran Dorong Negara Timur Tengah Bentuk Aliansi Tanpa AS

"Dunia sedang menghadapi perang yang lebih luas, gelombang penderitaan manusia yang meningkat, dan guncangan ekonomi global yang lebih dalam," sambungnya.

Ia menyerukan agar perang segera dihentikan dan mulai menjajaki diplomasi sekaligus kembali menghormati hukum internasional sepenuhnya. Merujuk pada pihak-pihak yang terlibat dalam perang, ia berkata, "Pesan saya kepada AS dan Israel adalah bahwa sudah saatnya untuk mengakhiri perang karena penderitaan manusia semakin dalam, korban sipil meningkat, dan dampak ekonomi global semakin menghancurkan."

Ia pun mendesak Iran untuk mengakhiri serangan terhadap negara-negara Teluk, dengan alasan bahwa mereka "bukan pihak dalam konflik tersebut."

Menyoroti dampak ekonomi dari perang, Guterres mengatakan bahwa penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan telah mencekik pergerakan minyak, gas, dan pupuk di tengah masa kritis yakni musim tanam global. Sekjen PBB itu turut menekan agar Israel menghentikan operasi militer di Lebanon, yang paling berdampak buruk pada warga sipil. "Model Gaza tidak boleh ditiru di Lebanon," ujarnya.

Baca Juga: Iran Terima Proposal Damai 15 Poin AS

Dalam upaya untuk meredakan ketegangan, ia mengumumkan penunjukan diplomat senior Jean Arnault dari Prancis sebagai utusan untuk memimpin upaya PBB dalam mengatasi konflik tersebut. "Dia [Arnault] akan melakukan segala upaya untuk mendukung semua upaya mediasi, semua upaya perdamaian, untuk berhubungan dengan semua pihak," ungkapnya.

Guterres menekankan perlunya diplomasi dan berharap semua pihak yang terlibat paham pentingnya konflik untuk diakhiri. "Karena konsekuensi dari konflik ini, yang saat ini benar-benar di luar kendali, sangat menghancurkan," imbuhnya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.