Sekjen PBB Desak Korsel-Korut Redakan Ketegangan

Jakarta, IDM –Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres menyerukan agar Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) kembali menjalin komunikasi dan meredakan ketegangan usai insiden meledaknya ranjau di Zona Demiliterisasi.
MelansirYonhap, Sabtu (7/11), Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric menyatakan bahwa Guterres mendorong pihak-pihak terkait "untuk memulai kembali saluran komunikasi, termasuk komunikasi militer-ke-militer, semua ini untuk menghindari kecelakaan yang tidak disengaja atau salah perhitungan."
"Keterlibatan diplomatik dan dialog yang diperbarui tetap menjadi satu-satunya jalan untuk mengurangi ketegangan dan mencapai perdamaian berkelanjutan di Semenanjung Korea," jelasnya.
Hal itu diungkapkan ketika ketegangan antara kedua negara meningkat akibat insiden ledakan ranjau darat pada 21 September di Zona Demiliterisasi, yang melukai tiga tentara Korsel.
Penyelidikan gabungan oleh militer Korsel dan Komando PBB menemukan bahwa ledakan itu disebabkan oleh ranjau anti personel yang sengaja ditanam oleh Korut. Namun, otoritas Korut membantah bertanggung jawab atas insiden itu, dan menyebutnya sebagai hasil rekayasa Korsel.
Korsel kemudian membawa insiden itu ke Dewan Keamanan PBB dalam surat tertanggal 22 Oktober, yang menyerukan Korut untuk meminta maaf, menyingkirkan ranjau sekaligus mengambil langkah-langkah untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.
Hankam

Panglima TNI Buka Suara soal Pengerahan Pasukan Besar-besaran ke Jakarta
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa pengerahan dan pergerakan personel TNI ke Jakarta merupakan bagian dari prosedur kesiapsiagaan untuk menjaga kedaulatan negara dan mengantisipasi potensi ancaman.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































