Qatar Soroti Peran Penting 'Thriving States' dalam Membangun Perdamaian Dunia

Jakarta, IDM -Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri (Menlu) Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim al-Thani, menyoroti peran penting negara-negara kecil dan berkembang, yang ia labeli sebagai kelompok'Thriving States', dalam membangun perdamaian global.
"Saya ingin mengusulkan sebutan yang berbeda untuk kelompok negara tertentu: negara-negara yang tangkas, stabil, makmur, dan terpercaya, dan telah mengubah ukuran mereka menjadi sebuah keunggulan sekaligus kontributor penting bagi perdamaian dan kemakmuran global. Saya menyebutnya sebagai 'Thriving States'," ujarnya di Oxford Union, melansirAnadolu, Sabtu (7/11).
"Negara-negara yang berkembang pesat ini, yang telah menjadi kontributor krusial bagi kemakmuran global, kini berada dalam posisi unik untuk memainkan peran yang sama pentingnya dalam perdamaian internasional. Bukan melalui inisiatif individu, melainkan melalui pendekatan kolektif, terstruktur, dan akumulatif," jelasnya.
Ia memeringatkan, negara-negara yang lebih kecil sering menjadi korban dalam konflik yang bukan mereka ciptakan. Menurutnya, mereka tidak dapat menghadapinya sendiri dan tidak dapat menggantikan peran negara-negara besar.
"Namun, dengan menggabungkan keahlian, kemampuan ekonomi, dan jaringan diplomatik mereka, negara-negara ini dapat membantu membangun serta memelihara rantai pasok perdamaian dan stabilitas bagi dunia," katanya.
Mengenai upaya mediasi konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, ia mengatakan bahwa pihaknya tetap berkomunikasi untuk mencegah situasi tidak lepas kendali. Mediasi akan terus dilakukan meski dalam laju yang lambat.
"Kita tidak akan pernah mendapatkan kesepakatan perdamaian yang sempurna, tetapi kita tidak boleh hanya menunggu momen kesepakatan yang sempurna itu hingga akhirnya melewatkan kesempatan untuk mencapai kesepakatan yang baik," pungkasnya.
Hankam

Panglima TNI Buka Suara soal Pengerahan Pasukan Besar-besaran ke Jakarta
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjelaskan bahwa pengerahan dan pergerakan personel TNI ke Jakarta merupakan bagian dari prosedur kesiapsiagaan untuk menjaga kedaulatan negara dan mengantisipasi potensi ancaman.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































