Saling Serang! Iran Targetkan Seluruh Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Jakarta, IDM – Angkatan Darat Iran mengatakan bahwa seluruh pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah merupakan "target sah" untuk diserang jika Washington terus melanggar kesepakatan gencatan senjata.
"Konsekuensi dari pelanggaran gencatan senjata yang berulang dan terang-terangan dengan Amerika yang kriminal adalah bahwa seluruh pangkalan Amerika di wilayah tersebut akan menjadi target sah bagi drone Angkatan Darat," katanya dalam pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, dilansir Anadolu, Rabu (8/7).
Baca Juga: Rusia-Cina Gelar Latihan Gabungan di Laut Kuning
Lebih lanjut, dikatakan bahwa Iran telah menargetkan "pusat berkumpulnya pasukan AS" di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain. Hal itu dilakukan merespons agresi AS terhadap wilayah militer dan sipil.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengatakan telah meluncurkan rudal dan drone ke 85 situs militer AS termasuk Pelabuhan Salman, markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, dan Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait.
Baca Juga: Trump Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Telah Berakhir
Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengklaim telah menghantam lebih dari 80 target termasuk lebih dari 60 kapal kecil milik IRGC yang berada dekat maupun di Selat Hormuz.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































