Rusia Tegaskan tak Ingin Kuasai Greenland, Ini Hanya Rumor Belaka

Jakarta, IDM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa negaranya dan Cina tidak memiliki rencana untuk merebut Greenland. Menurutnya, Amerika Serikat (AS) sepatutnya menyadari hal tersebut.
Baca Juga: Denmark Kirim Pasukan Militer Tambahan Perkuat Greenland
"Kami tidak ada hubungannya dengan rumor rencana untuk merebut Greenland. Saya yakin Washington sangat menyadari bahwa baik Rusia maupun Cina tidak memiliki rencana seperti itu. Ini bukan agenda kami," katanya dalam konferensi pers yang merangkum kegiatan diplomatik Rusia selama 2025, melansir TASS, Selasa (20/1).
Bahkan, kata Lavrov, ironisnya banyak orang di Rusia bahkan tidak tahu apa itu Greenland sampai topik tersebut tiba-tiba menjadi berita utama. Dengan demikian, isu Rusia ingin menguasai Greenland adalah rumor belaka.
Baca Juga: Denmark dan Greenland Usul Bentuk Misi NATO di Arktik
"Ini adalah sesuatu yang harus diputuskan oleh Aliansi Atlantik Utara (NATO), saya ulangi. Kita akan lihat bagaimana masalah ini diselesaikan," pungkasnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































