INTERNASIONAL

Rusia Tangguhkan Perjanjian New START dengan AS, Ancaman Nuklir Meningkat

Rusia
Putin saat pidato kenegaraan kepada Majelis Federal Rusia pada Selasa 2 Februari 2023 (Foto: Dok. Tass)

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa negaranya menangguhkan partisipasi dalam perjanjian New START yang membatasi persenjataan nuklir strategis termasuk jumlah hulu ledak jarak jauh serta kapal selam bersenjata nuklir kedua belah pihak.

"Saya harus mengatakan hari ini bahwa Rusia menangguhkan keikutsertaannya dalam New START. Saya ulangi, bukan menarik diri dari perjanjian, tidak. Hanya menangguhkan keikutsertaannya," ujar Putin saat pidato kenegaraan kepada Majelis Federal dilansir Tass, laman resmi pemerintah pada Selasa (21/2).

Putin menjelaskan keputusannya untuk menangguhkan perjanjian yang dibentuk sejak 2010 ini karena AS dan sekutu NATO secara terbuka menyatakan mendukung kekalahan Rusia di Ukraina. Menurutnya, persenjataan yang dipasok ke Ukraina juga menjadi bukti dari penilaiannya tersebut.

“Dalam pernyataannya, mereka (AS dan aliansi NATO) secara de facto telah mengajukan penawaran untuk proses (pasokan senjata ke Ukraina) ini. Dengan kata lain, ada potensi serangan dari keseluruhan aliansi tersebut,” jelasnya.

Penangguhan Rusia dalam perjanjian New START dapat meningkatkan resiko perlombaan senjata beriringan dengan konflik di Ukraina. Analis keamanan di Oslo Nuclear Project, James Cameron mengatakan bahwa hal ini dapat memacu kekuatan lain seperti Cina, India dan Pakistan untuk membangun persenjataan nuklir mereka.

Baca: Filipina Pererat Hubungan Bilateral dengan AS, Tingkatkan Industri Pertahanan di Teluk Subik

Kemudian, jika perjanjian nuklir ini benar-benar diabaikan, dapat menandai kembalinya postur kekuatan era Perang Dingin. Bukan tidak mungkin Putin akan melanjutkan pengujian senjata nuklir, meskipun dia mengatakan bahwa Rusia tidak akan mengambil langkah itu kecuali AS melakukannya terlebih dahulu.

"Jika terdapat ketidakstabilan besar dalam sebuah hubungan antar negara, di mana kedua belah pihak bertindak pada skenario terburuk, akhirnya akan mengarah pada situasi yang jauh lebih tidak stabil. Resiko penggunaan senjata nuklir juga akan lebih besar,” ujarnya melansir Reuters, Rabu (22/2). (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.