Selasa, 27 Februari 2024

Filipina Pererat Hubungan Bilateral dengan AS, Tingkatkan Industri Pertahanan di Teluk Subik

BACA JUGA

Jakarta, IDM – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah mengadopsi pendekatan kebijakan luar negri berupa mencari aliansi dan memulihkan hubungan pertahanan dengan Amerika Serikat (AS) karena adanya ketegangan yang meningkat dengan Cina. Selain memulai kembali patroli bersama, Filipina memberikan akses kepada AS untuk menghidupkan kembali industri pertahanannya di bekas pangkalan Angkatan Laut di Teluk Subic.

Menurut Kepala Otoritas Metropolitan Subic Rolen Paulino mengatakan bahwa pelabuhan Subic merupakan pilihan sempurna untuk kepentingan militer AS karena langsung menghadap ke Laut Cina Selatan. Posisinya pun tidak jauh ke Taiwan, yang juga menjadi salah satu mitra AS.

“Ini sangat strategis. Hanya satu jam perjalanan dari Taiwan. Sekitar 30 menit perjalanan dengan F-14,” ujarnya melansir Nikkei Asia, Selasa (22/2).

Berbagai industri pertahanan AS akan memulai kembali aktivitasnya, termasuk melanjutkan operasi perbaikan dan pembuatan kapal Angkatan Laut AS maupun kapal komerisial. Paulino mengatakan 18 perusahaan didirikan di Teluk Subic, serta memperkirakan proyek tersebut dapat menghasilkan antara 5.000 hingga 10.000 lapangan pekerjaan.

Baca: Cina Tolak Klaim AS Tentang Pasok Senjata ke Rusia

Teluk Subic memainkan peran penting sebagai pusat pasokan dan pemeliharaan untuk militer AS selama Perang Vietnam dan Perang Dingin. Sehingga, Pentagon dapat memanfaatkan kembali potensi wilayah tersebut sebagai pangkalan militer AS di Asia.

“Secara teori ini bisa menyebabkan Subic kembali menjadi mata rantai utama dalam rantai logistik Angkatan Laut AS di kawasan itu, meskipun akan terjadi melalui kontrak perusahaan sipil lokal,” ujar Gregory Poling, direktur lembaga penelitian CSIS. (bp)

BERITA TERBARU

EDISI TERBARU

sidebar
ads-custom-5

POPULER