Rusia Klaim Hancurkan 30 Drone Ukraina Dalam Semalam

Jakarta, IDM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mengatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan lebih dari 30 drone yang diluncurkan Ukraina dalam semalam.
Baca Juga: Korban Jatuhnya Pesawat Militer V-22 Osprey AS Ditemukan
Dilansir dari TASS, Selasa (5/12), sebanyak 22 drone dihancurkan di wilayah Rusia sekitar pada pukul 06.00 waktu setempat. Kemudian, 13 drone lainnya dicegat di Laut Azov dan Semenanjung Krimea.
“Upaya rezim Kyiv untuk melakukan serangan teroris dengan menggunakan drone terhadap fasilitas di wilayah Rusia telah digagalkan. Unit pertahanan udara yang bertugas menghancurkan 22 drone Ukraina dan mencegat 13 lainnya di Laut Azov dan di wilayah udara Republik Krimea,” kata Kemhan Rusia.
Baca Juga: AS Balas Serangan Houthi di Laut Merah
Sementara, Oleg Chekhov, juru bicara kelompok tempur timur Rusia mengatakan bahwa pasukannya telah menewaskan 100 tentara Ukraina yang berupaya menyerang di wilayah selatan Donetsk. Selain itu, mereka juga berhasil menghancurkan empat kendaraan tempur lapis baja. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































