Rusia Akan Respons Tegas Penerbangan Drone AS di Laut Hitam

Jakarta, IDM – Rusia meningkatkan postur siap siaga dan akan memberi respons tegas terhadap aktivitas penerbangan drone Amerika Serikat (AS) di Laut Hitam selama beberapa hari terakhir.
Dilansir dari AP, Senin (1/7), Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia mencatat adanya peningkatan intensitas drone AS di Laut Hitam, dan drone itu diyakini melakukan misi intelijen untuk membantu Ukraina menyerang fasilitas Rusia.
Baca juga: Lakukan Uji Coba, Korut Klaim Berhasil Kembangkan Rudal Berhulu Ledak Ganda
“Ini menunjukkan peningkatan keterlibatan AS dan negara-negara NATO lainnya dalam konflik di Ukraina di pihak rezim Kyiv,” kata Kemhan Rusia.
"Penerbangan semacam itu secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya insiden yang melibatkan pesawat militer Rusia, sehingga meningkatkan risiko konfrontasi langsung antara aliansi tersebut dan Federasi Rusia. Anggota NATO akan memikul tanggung jawab untuk itu," tambahnya.
Baca juga: Ancam Perdamaian Regional, Korut Kecam Latma Korsel, Jepang dan AS
Selain itu, dikatakan bahwa Menhan Rusia Andrei Belousov telah mengarahkan otoritas terkait untuk membuat proposal mengenai langkah-langkah respons operasional terhadap provokasi. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































