Rusia akan Gencatan Senjata jika Ukraina Tarik Pasukan dari Empat Wilayah Ini

Jakarta, IDM – Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia akan gencatan senjata dan melakukan perundingan damai jika Ukraina membatalkan ambisi NATO dan menarik pasukannya dari empat wilayah.
Dilansir dari Reuters, Jumat (14/6), keempat wilayah itu adalah Donetsk, Luhansk, Kherson dan Zaporizhzhia di Ukraina bagian timur dan selatan. Pernyataan Putin tersebut diungkapkan jelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Ukraina di Swiss, yang akan dihadiri 90 negara kecuali Rusia.
Baca Juga: Tidak Libatkan Rusia, Korut Kritik Rencana KTT Perdamaian Ukraina di Swiss
“Segera setelah mereka menyatakan siap untuk mengambil keputusan seperti itu dan memulai penarikan pasukan secara nyata dari wilayah ini, serta secara resmi mengumumkan pengabaian rencana mereka untuk bergabung dengan NATO segera… perintah akan menyusul untuk gencatan senjata dan memulai perundingan,” kata Putin.
“Saya ulangi, kami akan segera melakukan ini. Tentu saja, kami juga akan menjamin penarikan unit dan formasi Ukraina tanpa hambatan dan aman," tambahnya.
Baca Juga: Jelang KTT Perdamaian Ukraina, Serangan Siber Bertambah
Sementara, sebelumnya Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pernah mengatakan bahwa perdamaian hanya bisa didasarkan pada penarikan penuh pasukan Rusia dan pemulihan integritas wilayahnya. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































