INTERNASIONAL

Putin Peringatkan Risiko Konflik Global

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa negara-negara Barat telah meningkatkan risiko konflik global. Hal itu ia ungkapkan ketika Rusia menandai hari kemenangan Uni Soviet atas Nazi ketika Perang Dunia Kedua.

Baca Juga: Pesawat Tempur F-16 Singapura Jatuh, Pilot Berhasil Menyelamatkan Diri

Dilansir dari Reuters, Kamis (9/5), Putin menyebut Rusia akan melakukan segalanya untuk menghindari bentrokan kekuatan global namun tidak akan membiarkan negaranya terancam. Oleh sebab itu, Rusia akan terus meningkatkan kekuatan strategis termasuk nuklir.

"Rusia akan melakukan segalanya untuk mencegah bentrokan global. Namun pada saat yang sama kami tidak akan membiarkan siapa pun mengancam kami. Kekuatan strategis kami selalu dalam kondisi siap tempur," kata Putin.

Baca Juga: Biden Ancam akan Berhenti Pasok Senjata ke Israel

Selain itu, Putin yang mengirim pasukannya ke Ukraina pada tahun 2022, menganggap perang tersebut sebagai bagian dari perjuangan melawan Barat. Saat ini, Rusia disebut telah menguasai sekitar 18% wilayah Ukraina. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.