INTERNASIONAL

Putin Ingin Gunakan Aset yang Dibekukan AS untuk Bantu Ukraina dan Gaza

Mahmoud Abbas dan Vladimir Putin
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (kiri) bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin. (Foto: Dok. Kremlin.ru)

Jakarta, IDM – Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa pihaknya siap menggunakan aset Rusia yang dibekukan di Amerika Serikat (AS) untuk membangun kembali wilayah Ukraina setelah tercapainya kesepakatan perjanjian damai.

Ia juga mengatakan Rusia dapat menggelontorkan $1 miliar dari aset yang dibekukan tersebut, untuk keanggotaan tetap di Dewan Perdamaian Gaza yang digagas oleh Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga: Ini Tanggapan Iran Terkait Dewan Perdamaian Gaza

Rencana itu ia ungkapkan pertama kali dalam pertemuan Dewan Keamanan Rusia beberapa waktu lalu. Dalam menindaklanjutinya, Putin bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff secara terpisah di Kremlin kemarin.

"Kesediaan kami untuk mengalokasikan $1 miliar dari aset Rusia yang dibekukan oleh pemerintahan AS sebelumnya untuk anggaran badan ini telah ditekankan," kata Asisten Presiden Rusia Yuri Ushakov tentang pertemuan Putin dengan Witkoff, melansir laman Kepresidenan Rusia Kremlin.ru, Jumat (23/1).

"Dana yang tersisa dari cadangan AS kami yang dibekukan dapat digunakan untuk membangun kembali wilayah yang rusak selama pertempuran setelah penandatanganan perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina," sambungnya.

Ketika bertemu Abbas, Putin menekankan dukungan terhadap pembentukan dan berfungsinya negara Palestina secara keseluruhan, termasuk menggelontorkan dana untuk Gaza pascakonflik.

Baca Juga: Iran Sebut Unjuk Rasa Berujung Kekerasan Didalangi Pihak Asing

"Kami siap menyalurkan satu miliar dolar AS ke dalam struktur baru ini, Dewan Perdamaian, terutama untuk mendukung rakyat Palestina, menggunakan dana ini untuk rekonstruksi Jalur Gaza, dan untuk mengatasi masalah Palestina secara umum," kata Putin.

Menanggapi rencana itu, Abbas mengatakan bahwa "Anda hanya menyebutkan sebagian kecil, tetapi rakyat kami sangat senang dan berterima kasih kepada Rusia atas bantuan, dukungan, dan sikap teguh Rusia dalam mendukung Palestina." (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.