Presiden Ukraina: Rusia Mengerahkan Seluruh Sumber Daya Militer di Medan Tempur

Jakarta, IDM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa Rusia telah mengerahkan seluruh sumber daya militer yang dimiliki untuk menyerang Ukraina di medan tempur khususnya bagian timur dan selatan. Menurutnya, kini konflik masih terus memanas tetapi pasukan Ukraina terus memukul mundur Rusia secara perlahan.
Dilansir dari President.gov.ua, laman resmi kepresidenan Ukraina, Senin (17/7), Zelensky mengakui kemajuan yang diraih pasukan Ukraina berlangsung lebih lambat daripada yang diharapkan. Namun, ia optimis kemajuan perlahan itu tetap akan membawa Ukraina menuju kemenangan.
Baca Juga: Kremlin Sebut Status Wagner Tidak Diakui Badan Hukum
"Kita semua harus memahami dengan sangat jelas bahwa pasukan Rusia di wilayah selatan dan timur kita telah menginvestasikan segala kemampuan mereka untuk menghentikan prajurit kita," kata Zelensky.
"Setiap kemajuan seribu meter, setiap keberhasilan masing-masing brigade tempur kita patut disyukuri. Setiap orang yang menyerang, setiap orang yang menangkis serangan musuh, melakukan pekerjaan dengan baik, dan saya berterima kasih kepada setiap prajurit kita," ujarnya.
Zelensky menambahkan, ia juga menerima laporan penting tentang situasi keamanan di negara tetangga Belarusia. Ia menyebut pihak intelijen Ukraina tidak melihat adanya ancaman besar di Belarusia.
Baca Juga: AS, Korsel dan Jepang: Peluncuran Rudal Korut Merupakan Ancaman Mematikan
"Ada laporan penting dari kepala direktorat intelijen tentang situasi di Belarusia. Kami memantau dengan cermat apa yang terjadi di sana dalam hal keamanan. Sampai hari ini, tidak ada ancaman berskala besar. Fokus utama kami ada di garis depan," ungkapnya.
Komentar Zelensky tentang Belarus itu muncul ketika ada beberapa laporan yang menyebut kelompok tentara bayaran Wagner telah mencapai kesepakatan untuk melatih pasukan Belarusia.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Pertahanan Belarusia pun menyebut pihaknya akan melatih dan berbagi pengalaman angkatan bersenjatanya dengan Wagner. Meskipun begitu, tidak dijelaskan secara merinci lokasi latihan militer dan markas perlindungan terhadap Wagner di Belarusia. (bp)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































