INTERNASIONAL

Kremlin Sebut Status Wagner Tidak Diakui Badan Hukum

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Foto: Dok. TASS)

Jakarta, IDM - Rusia mengungkapkan bahwa status hukum tentara bayaran Wagner perlu dipertimbangkan lebih lanjut. Sebab, nyatanya selama ini Wagner tidak pernah secara legal diakui di Rusia.

Dilansir dari Tass, laman media resmi pemerintah Rusia, Jumat (14/7), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebut Rusia tidak memiliki dasar hukum yang mengatur legalitas tentara bayaran Wagner. Sehingga, Pemerintah Rusia akan mempertimbangkan keberadaan Wagner usai pemberontakan yang dilakukan pada bulan lalu.

Baca Juga: Ribuan Warga Ukraina Dilaporkan Disiksa dan Ditahan di Rusia

"Wagner tidak pernah diakui di badan hukum dan masalah tersebut memerlukan studi maupun pertimbangan lebih lanjut. Sebab, masalah status hukum Wagner itu cukup rumit," kata Peskov.

Peskov menambahkan, pemimpin Wagner Yengeny Prigozhin telah melakukan pertemuan dengan Putin usai pemberontakan. Namun, Peskov tidak menjelaskan rincian lebih lanjut tentang pertemuan itu maupun pertimbangan hukum atas status Wagner tersebut.

Baca Juga: India Berencana Akuisisi 26 Pesawat Tempur Rafale dan 3 Kapal Selam Scorpene

Dalam pernyataan terpisah, Peskov juga menolak mengomentari isu jenderal Rusia Ivan Popov, yang mengatakan ia telah dipecat secara tiba-tiba usai mengungkapkan kebenaran pahit terkait situasi pasukan Rusia di medan tempur. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.