POLKAM

Presiden Prabowo Turun Langsung ke Flores, Pastikan Penanganan Gempa NTT Tak Ada yang Terlewat

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8).

Kunjungan tersebut menjadi langkah langsung Kepala Negara untuk memastikan penanganan bencana, distribusi bantuan, hingga pemenuhan kebutuhan masyarakat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo ingin melihat secara langsung kondisi masyarakat yang terdampak gempa di Pulau Flores sekaligus memastikan negara hadir di tengah situasi darurat.

Baca Juga: Presiden Prabowo Kembali Turun ke Sumatra, Perintahkan Karhutla Dituntaskan hingga Akar Masalah

“Presiden Prabowo Subianto akan melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur untuk melihat dan merasakan langsung kondisi masyarakat serta memastikan penanganan bencana maupun pemenuhan kebutuhan warga di lapangan berjalan dengan baik,” ujar Prasetyo.

Prabowo juga meminta pemerintah daerah, TNI, Polri, serta berbagai unsur penanggulangan bencana diminta memastikan seluruh langkah penanganan berjalan efektif dan terintegrasi.

Sejak awal bencana, Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar penanganan dampak darurat gempa dan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, terarah, serta merata ke seluruh wilayah terdampak.

Melalui Sekretariat Presiden, bantuan logistik dan perlengkapan telah disalurkan sejak 15 hingga 24 Agustus 2026. Bantuan tersebut mencakup 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Kenaikan Jabatan Pangdam dan Kapolda Riau, Syaratnya Karhutla Harus Tuntas

Tidak hanya kebutuhan pangan, pemerintah juga mengirimkan obat-obatan, tenda, selimut, matras, perangkat komunikasi, hingga dua set rumah sakit lapangan untuk memperkuat penanganan korban.

Penguatan sektor kesehatan juga menjadi salah satu prioritas dalam penanganan gempa Flores.

TNI Angkatan Laut mengerahkan KRI Soeharso-990 yang telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai.

Kapal tersebut akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan untuk mendukung pelayanan medis bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga: Sabu Cair 2,6 Ton Digagalkan, Menko Polkam: Indonesia Bukan Transit dan Pasar Narkoba Dunia!

Selain itu, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga telah berada di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur. Kehadiran fasilitas kesehatan terapung diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan medis, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan darat.

Di tingkat daerah, dua rumah sakit lapangan juga telah dioperasikan. Salah satunya berada di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, yang difokuskan untuk pelayanan operatif.

Hingga kini, rumah sakit lapangan di RSUD Ruteng telah menangani secara kumulatif 29 tindakan operasi.

Sementara itu, rumah sakit lapangan lainnya beroperasi di RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, untuk mendukung pelayanan kesehatan darurat sekaligus tindakan operasi bagi korban gempa.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.