Presiden Prabowo Tekankan Para Perwira tak Salahgunakan Jabatan yang Diberikan Negara

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menekankan integritas tidak boleh ditawar oleh para perwira. Ia mengingatkan para perwira agar tidak pernah menyalahgunakan jabatan maupun kewenangan yang diberikan negara.
Prabowo secara tegas meminta seluruh perwira menjauhi korupsi, penyalahgunaan wewenang, narkoba, perjudian, maupun segala bentuk pelanggaran hukum.
"Sekali Saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula Saudara kehilangan kehormatanmu," kata Prabowo usai melantik 1.177 Perwira TNI-Polri di Istana Merdeka.
Baca Juga: Anak Buruh hingga Petani jadi Lulusan Terbaik IPDN, Bukti Meritokrasi dan NKRI Berjalan
Menurut Presiden, kehormatan seorang perwira tidak diukur dari pangkat maupun jabatan yang disandang, melainkan dari integritas, kejujuran, keberanian, dan keberpihakannya kepada rakyat.
Prabowo juga mengapresiasi para perwira lulusan tahun 2026 yang telah diterjunkan membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara selama masa pendidikan.
Ia menyebut pengalaman tersebut sebagai cerminan jati diri TNI dan Polri sebagai institusi yang lahir dari rakyat dan mengabdi kepada rakyat.
Baca Juga: Benteng NKRI Diperkuat, Kemenko Polkam Gaspol Bangun Infrastruktur Pertahanan di Perbatasan
"Menjadi perwira berarti hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan. Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya. Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan Saudara," ujarnya.
Presiden kembali mengingatkan bahwa seluruh fasilitas yang dinikmati aparat negara berasal dari rakyat, mulai dari seragam, perlengkapan, makanan, hingga gaji.
Oleh karena itu, setiap perwira memiliki kewajiban moral untuk mengembalikan kepercayaan tersebut melalui pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Baca Juga: Presiden Prabowo Naikkan Tukin Tentara Nasional Indonesia
Prabowo juga menitipkan masa depan Indonesia kepada para perwira muda TNI dan Polri.
Ia meminta mereka memimpin dengan keteladanan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu membawa Indonesia menghadapi tantangan global.
"Jabatan hanya titipan, pangkat akan berlalu. Yang dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara," pungkas Presiden.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































