POLKAM

Presiden Prabowo Tegaskan Ketahanan Nasional Dimulai dari Kedaulatan Pangan dan Perlindungan Kekayaan Negara

Presiden Prabowo
Presiden Prabowo tegaskan ketahanan nasional dimulai dari kedaulatan pangan dan perlindungan kekayaan negara. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa ketahanan nasional Indonesia tidak hanya dibangun melalui kekuatan militer, tetapi juga harus ditopang oleh kedaulatan pangan, pengelolaan mandiri sumber daya alam, dan penghentian kebocoran kekayaan negara.

Hal itu disampaikan Presiden saat menghadiri panen raya udang dan meninjau proses sortir hasil panen di kawasan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK), Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5).

Dalam pidatonya, Prabowo menempatkan sektor pangan sebagai elemen strategis dalam sistem pertahanan nasional, terutama di tengah meningkatnya dinamika konflik global, perang terbuka di sejumlah kawasan, serta tekanan geopolitik yang dapat berdampak pada stabilitas ekonomi dan pasokan pangan dunia.

Baca Juga: Kemenko Polkam-Kemenlu Perkuat Koordinasi Politik Luar Negeri dan Stabilitas Keamanan Nasional

Menurut Prabowo, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan utama menjadi modal penting dalam memperkuat daya tahan nasional menghadapi ketidakpastian global.

“Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada beras, jagung. Protein kita, telur, ayam. Daging memang masih kita kejar. Mungkin empat sampai lima tahun lagi kita bisa swasembada daging. Pangan relatif kita aman,” ujar Kepala Negara.

Prabowo menilai ketahanan pangan bukan sekadar agenda ekonomi, melainkan bagian dari strategi pertahanan negara.

Negara yang mampu menjamin ketersediaan pangan dinilai memiliki daya tahan lebih kuat menghadapi krisis, embargo, konflik, maupun gejolak rantai pasok global.

Baca Juga: Menko Polkam Soroti Penahanan WNI oleh Militer Israel, Negara Tempuh Jalur Diplomatik

Dalam konteks itu, pembangunan sektor pertanian, perikanan budidaya, dan produksi protein nasional dipandang sebagai pilar pertahanan nonmiliter yang memperkuat kemandirian bangsa.

Prabowo juga menegaskan situasi global yang dipenuhi konflik dan rivalitas geopolitik mengharuskan Indonesia membangun kesiapsiagaan nasional secara menyeluruh, termasuk penguatan pertahanan negara untuk melindungi sumber daya strategis.

“Di dunia banyak sekarang pertikaian, perang di mana-mana. Kita bersyukur kita tidak terlibat, tapi kita harus waspada. Kita harus punya kekuatan, makanya kita bangun kekuatan pertahanan kita untuk jaga kekayaan kita,” tegasnya.

Selain itu, Kepala Negara menyoroti pentingnya penguasaan dan pengelolaan sumber daya alam secara mandiri.

Baca Juga: Presiden Prabowo Pastikan Deking dan Praktik Tersembunyi Tak Kebal di Era Digital


Ia mengemukakan kekayaan nasional harus berada di bawah kendali negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, sesuai amanat konstitusi.

Menurut Presiden, pengelolaan sumber daya alam yang independen merupakan bagian dari pertahanan ekonomi nasional agar Indonesia tidak mudah dipengaruhi kepentingan eksternal.

“Kekayaan-kekayaan kita harus kita kelola sendiri. Kita tidak mau kekayaan kita terus-menerus dipermainkan oleh orang-orang tertentu atau negara-negara tertentu. Ini perintah Undang-Undang Dasar dan harus digunakan untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.