Presiden Prabowo Tegaskan Buka Ruang Kritik Selebar-lebarnya dari Masyarakat

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah membuka ruang selebar-lebarnya bagi kritik dari masyarakat.
Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah, karena perbuatan tersebut bertentangan dengan nilai moral dan ajaran semua agama.
“Silakan koreksi, silakan kritik, bagus. Tapi fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah,” ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional di Jakarta, Senin (5/1).
Baca Juga: Awali 2026 di Lokasi Bencana, Presiden Prabowo Tegaskan Kehadiran Negara untuk Rakyat
Menurut Presiden Prabowo, perkembangan media sosial membawa banyak manfaat positif, namun di sisi lain juga kerap disalahgunakan untuk menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan dan merusak kepercayaan publik.
Prabowo mengingatkan kebohongan dan tuduhan tanpa dasar dapat memicu perpecahan, kecurigaan, serta kebencian antarsesama anak bangsa.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Bentuk Satgas Kuala untuk Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana
“Kebohongan yang disebarkan terus-menerus bisa merusak persatuan Indonesia sebagai bangsa yang besar,” tegasnya.
Meski demikian, Prabowo mengaku memilih untuk bersikap tenang dan memaafkan pihak-pihak yang kerap melontarkan tudingan tidak berdasar.
Ia menekankan persatuan nasional jauh lebih penting daripada memperbesar perbedaan. “Saya ingin persatuan daripada perpecahan,” pungkas Kepala Negara. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































