POLKAM

Presiden Prabowo Resmikan 895 Jembatan Merah Putih Presisi, Akses 2 Juta Warga Dibuka

Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan secara virtual 895 Jembatan Merah Putih Presisi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis (13/8).

Peresmian dipusatkan di Jembatan Merah Putih Presisi di Jalan Bayah-Cikotok, Kampung Bayah Satu, Desa Bayah Barat, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.

Jembatan tersebut menjadi salah satu contoh nyata pembangunan infrastruktur dasar yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Jembatan ini menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan diperkirakan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 8.000 jiwa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo tidak hanya akan meresmikan pembangunan jembatan, tetapi juga menyapa masyarakat yang mengikuti kegiatan secara virtual dari sejumlah daerah.

Baca Juga: Karhutla Tembus 107 Ribu Hektare, Menko Polkam: 43 Helikopter Dikerahkan, Operasi Udara Senjata Utama

“Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, akan meresmikan secara virtual Jembatan Merah Putih Presisi di sejumlah wilayah Indonesia pada Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga akan menyapa masyarakat yang mengikuti peresmian secara virtual dari berbagai daerah,” ujar Prasetyo Hadi.

Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan salah satu bentuk pelaksanaan tugas Polri dalam membantu pemerintah menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.

Hingga saat ini, Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan di 30 Polda secara swadaya. Total panjang jembatan yang dibangun mencapai 19,2 kilometer, menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat kepada sekitar 2 juta masyarakat.

Angka tersebut menunjukkan skala program yang tidak sekadar berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada pembukaan akses sosial dan ekonomi masyarakat.

Keberadaan jembatan-jembatan Merah Putih mempermudah mobilitas warga antarkampung dan antardesa.

Masyarakat kini memiliki akses yang lebih baik menuju sekolah, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, pusat perdagangan, hingga sentra kegiatan ekonomi.

Baca Juga: Karhutla Mengintai 6 Provinsi, Menko Polkam Djamari Kerahkan Operasi Darat hingga Flexible Tank

Di sejumlah wilayah perdesaan, jembatan bahkan menjadi urat nadi utama yang menentukan kelancaran aktivitas sehari-hari.

Infrastruktur yang sebelumnya terbatas atau tidak layak dapat menghambat distribusi hasil pertanian, perjalanan anak-anak menuju sekolah, serta akses masyarakat terhadap pelayanan publik.

Pemerintah menilai pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan gambaran konkret semangat gotong royong dalam pembangunan nasional.

Program tersebut diinisiasi Polri dan dilaksanakan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, yayasan, relawan, teknisi, hingga masyarakat.

“Kehadiran jembatan yang aman dan layak diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan, pelayanan dasar, dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: 336 Ribu Warga Berebut Hadiri HUT RI ke-81, Istana Tambah 3.400 Kursi!

Peresmian 895 Jembatan Merah Putih Presisi menjadi momentum pembangunan nasional tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur besar di pusat-pusat pertumbuhan.

Jembatan-jembatan yang dibangun di pelosok justru memiliki arti strategis karena menjadi penghubung antara masyarakat dengan berbagai layanan dasar negara.

Ketika akses antardesa terbuka, distribusi barang menjadi lebih lancar, waktu tempuh masyarakat dapat ditekan, aktivitas ekonomi bergerak, dan akses terhadap pendidikan serta kesehatan semakin mudah.

Dengan cakupan 30 Polda, 1.314 desa, dan sekitar 2 juta penerima manfaat, Program Jembatan Merah Putih Presisi menjadi salah satu bentuk pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat yang mempertemukan aspek keamanan, pelayanan publik, dan kesejahteraan.

Peresmian oleh Presiden Prabowo sekaligus menjadi simbol bahwa pembangunan infrastruktur dasar merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan negara hingga ke tingkat desa.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.