Presiden Prabowo Prihatin Terhadap Krisis Kemanusiaan di Belahan Dunia

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan keprihatinannya terhadap krisis kemanusiaan di berbagai belahan dunia, termasuk Myanmar.
Prabowo menyoroti situasi konflik yang terus berlanjut di sejumlah kawasan dunia, termasuk di kawasan ASEAN.
Hal itu diungkapkan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (6/8).
Baca Juga: Menhan Sjafrie Beri Kode TNI Tidak Akan Bentuk Angkatan Siber
"Kita lihat di kawasan kita sendiri konflik Myanmar jalan terus dan tidak kelihatan arah untuk menyelesaikan secara damai walaupun kita akan dukung ASEAN terus untuk berperan mencari solusi damai di tetangga kita," terang Prabowo.
Orang nomor satu di Indonesia itu menuturkan kondisi geopolitik dan geoekonomi global saat ini jauh lebih kompleks dibanding saat awal pemerintahannya dimulai pada Oktober 2024.
Prabowo menyinggung konflik di Ukraina, Timur Tengah, hingga ketegangan antara negara-negara besar dunia.
"Sekarang tidak hanya kita menghadapi dampak dari perang di mana-mana konflik di mana-mana, konflik di Ukraina konflik di Timur Tengah Gaza, tepi barat, Lebanon, Suriah yang begitu dahsyat, yang memakan korban begitu banyak di depan mata seluruh dunia,” ujarnya.
Baca Juga: Buka Sidang Kabinet, Prabowo Sebut Kondisi Geopolitik Dunia Berubah Sangat Cepat
“Perempuan, anak-anak kecil, puluhan ribu dibantai. Kita juga lihat konflik Israel Iran di mana negara adikuasa pun," tambah Prabowo.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga mengapresiasi tim ekonomi kabinet yang dinilai mampu bekerja sebagai satu kesatuan tim.
"Kita negosiasi, kita berunding kita tidak emosional, kita tidak terpancing. Kita mengerti bahwa kita punya kepentingan yang besar, tugas pemerintah Indonesia adalah melindungi rakyat Indonesia," tandas Prabowo. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































