POLKAM

Presiden Prabowo: Persatuan Nasional Kunci Pengentasan Kemiskinan

Presiden Prabowo Subianto
Presiden Prabowo Subianto menegaskan persatuan nasional adalah kunci pengentasan kemiskinan. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan rakyat masih menjadi tantangan besar bangsa Indonesia.

Menurut Presiden, kekayaan alam yang melimpah harus diimbangi dengan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan persatuan nasional agar benar-benar memberi manfaat bagi seluruh rakyat.

“Kita harus paham bahwa kita masih menghadapi kesulitan. Kita masih menghadapi tantangan. Kita masih menghadapi kekurangan. Kita tahu bahwa rakyat kita masih banyak yang mengalami kesulitan hidup,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga: Presiden Prabowo Ingatkan Pemimpin agar Tidak Mementingkan Kepentingan Pribadi

Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa tanpa memandang latar belakang politik, golongan, maupun kepentingan untuk bersatu dalam perjuangan menghapus kemiskinan.

Ia menekankan tantangan tersebut harus dihadapi dengan keberanian, tekad, dan kerja nyata, bukan dengan rasa takut atau sikap menyerah.

“Kita harus bersatu, kita harus berjuang menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan,” tegasnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif, RI Tak Berpihak ke Blok Manapun

Dalam arahannya, Presiden juga mengingatkan tanggung jawab moral para pemimpin dan elite di semua tingkatan untuk menjaga serta mengelola kekayaan bangsa demi sebesar-besarnya kepentingan rakyat.

“Mari kita bertekad untuk menyelamatkan, menjaga, dan mengelola kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat kita,” kata Kepala Negara.

Presiden Prabowo turut menegaskan pentingnya persatuan pascakontestasi politik.

Baca Juga: Sebut Kedaulatan Terancam, Menhan Sjafrie Singgung 10 Pengusaha Kuasai Ekonomi Indonesia

Ia menyatakan perbedaan dan persaingan adalah hal wajar dalam demokrasi, namun setelahnya seluruh pihak harus kembali bersatu melayani rakyat.

“Kalah menang biasa karena kita mengabdi untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Menutup arahannya, Presiden menegaskan komitmennya untuk memimpin secara inklusif dan adil. “Tugas saya, kewajiban saya adalah seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.