Presiden Prabowo Pastikan Deking dan Praktik Tersembunyi Tak Kebal di Era Digital

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto mengirimkan pesan tegas terkait pentingnya penggunaan teknologi modern dalam memperkuat pengawasan dan menutup celah praktik-praktik ilegal yang selama ini beroperasi di balik perlindungan informal maupun jaringan tertentu.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5).
Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung pengguna seragam coklat dan hijau yang seringkali menjadi beking praktik kotor. Menurutnya, hal tersebut bisa diantisipasi melalui adanya teknologi canggih.
Baca Juga: Sinergi Sipil-Militer di Timur Indonesia Diperkuat, Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda
Kemajuan radar, satelit, dan sistem pencitraan modern telah membawa perubahan besar dalam kemampuan negara mendeteksi aktivitas tersembunyi, termasuk struktur bawah tanah, bunker, hingga pemetaan lahan secara detail.
Kepala Negara menilai teknologi tersebut dapat menjadi pengubah permainan (game changer) dalam upaya memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.
Dengan adanya teknologi canggih, Prabowo berkomitmen bahwa pemerintah tidak ingin ada pihak yang merasa kebal hukum hanya karena dukungan dari jaringan tertentu.
"Saya akan menggunakan teknologi yang paling canggih, teknologi pertahanan bisa mencari gudang senjata di bawah tanah. Radar sekarang bisa mencari ranjau, bisa mencari, kita akan pakai untuk mencari bunker bunker di sekitar kau," tegas Prabowo.
Baca Juga: Presiden Prabowo di DPR: Jangan Silau pada Bangsa Kaya yang Makmur dari Merampas Bangsa Lain
Kepala Negara memastikan pengecekan bakal dilakukan melalui teknologi. Tanpa tedeng aling-aling, Prabowo menjelaskan bahwa radar tidak hanya memantau lahan, pohon yang ditanam juga bisa dengan mudah dilacak.
"Jangan main-main sama teknologi. Ya kan. Mereka yang punya kebun-kebun luas dikira nggak akan ada pejabat yang bisa ngecek," ujar Prabowo.
"Tapi biasanya mereka-mereka itu ada bekingnya. Bekingnya biasanya seragamnya itu kalau ngga ijo ya cokelat. Betul?," pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































