Presiden Prabowo Ingatkan Kabinet: Jangan Terlena Kekuasaan, Saatnya Tuntaskan Persoalan Bangsa!

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada seluruh jajaran kabinet agar tidak terlena oleh jabatan dan kekuasaan.
Dalam arahannya pada Sidang Kabinet Terbatas di Jakarta, Senin (20/7), Kepala Negara menyebut setiap pemerintahan memiliki batas waktu sehingga seluruh energi pemerintah harus difokuskan untuk menuntaskan persoalan rakyat dan memperkuat fondasi bangsa.
Di hadapan para menteri, Presiden mengingatkan kepemimpinan merupakan amanah yang diberikan rakyat, bukan hak yang dimiliki selamanya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan TNI-Polri ‘Anak Kandung Rakyat’, Fondasi Pertahanan Indonesia
Maka itu, seluruh anggota kabinet diminta bekerja dengan orientasi pada hasil nyata, bukan sekadar menjalankan rutinitas birokrasi.
"Tiap masa ada pemerintahnya, tiap pemerintah ada masanya, tiap masa ada pemimpinnya, tiap pemimpin punya masanya," tegas Prabowo.
Hal ini menekankan bahwa pemerintah harus memanfaatkan masa jabatan secara maksimal untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan nasional Indonesia.
Presiden juga mengakui Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan besar yang membutuhkan kerja cepat dan terukur.
Di antaranya adalah tingkat kesejahteraan guru yang dinilai belum memadai, masih terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga keberadaan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem.
Baca Juga: Panen Raya TNI, Capaian Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
Menurut Prabowo, persoalan-persoalan tersebut merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama oleh seluruh kementerian dan lembaga.
"Kita diberi mandat oleh rakyat untuk hadapi dan selesaikan masalah," ujar Presiden.
Prabowo menyatakan bahwa jabatan hanyalah amanah yang bersifat sementara. Yang akan menjadi tolok ukur sejarah bukan lamanya seseorang berkuasa, melainkan sejauh mana kepemimpinannya mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa serta meninggalkan fondasi yang kuat bagi generasi penerus.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































