Presiden Prabowo Dorong Industri Keamanan Nasional jadi Pilar Kedaulatan Indonesia

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya membangun industri keamanan nasional yang mandiri sebagai bagian dari strategi memperkuat kedaulatan Indonesia.
Pesan tersebut diungkapkan Presiden saat meninjau Pameran Bhayangkara dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satuan Latihan Korps Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).
Pameran bertema "Kemandirian Menuju Kedaulatan" itu menampilkan beragam inovasi teknologi, perlengkapan kepolisian, hingga kendaraan operasional yang sebagian besar merupakan hasil produksi industri nasional.
Baca Juga: Kapolri Mutasi 29 Brigjen Pol, Regenerasi Kepemimpinan Polri Berlanjut
Kehadiran Kepala Negara sekaligus menjadi penegasan dukungan pemerintah terhadap percepatan penggunaan produk dalam negeri di sektor keamanan dan pertahanan.
Sejak memasuki area pameran, Presiden meninjau berbagai stan yang menampilkan hasil karya perusahaan nasional, mulai dari seragam dinas, perlengkapan individu personel, perlengkapan operasional, hingga teknologi digital pendukung tugas kepolisian.
Salah satu perhatian Presiden tertuju pada teknologi konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Inovasi tersebut dinilai menjadi bagian dari transformasi operasional Polri menuju sistem yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Kekuatan Bangsa Berawal dari Rakyat yang Sejahtera
Selain itu, Prabowo melihat langsung berbagai perlengkapan keselamatan personel seperti baju tahan api, sepatu antiselip, pakaian antisayat, antipanah, hingga antiradiasi yang diproduksi di dalam negeri guna meningkatkan perlindungan anggota saat menjalankan tugas.
Dalam sektor teknologi keamanan, Prabowo juga memperoleh penjelasan mengenai sejumlah inovasi modern seperti defensive barrier, command center, teknologi virtual reality, perangkat WiFi portable, hingga drone pemadam kebakaran yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas penanganan situasi darurat dan operasi kepolisian.
Tidak hanya itu, berbagai kendaraan khusus turut dipamerkan, mulai dari kendaraan taktis antipeluru, mobil heavy duty, kapal patroli cepat, hingga mobil dapur lapangan yang telah dilengkapi teknologi Atmospheric Water Generator (AWG) untuk menghasilkan air bersih di lokasi operasi maupun daerah terdampak bencana.
Pameran Bhayangkara tahun ini memperlihatkan arah baru transformasi Polri dalam memenuhi kebutuhan alat utama pendukung tugas, yakni mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional.
Baca Juga: Peringati Hari Bhayangkara, Menko Polkam Tekankan Pengabdian Polri bagi Bangsa
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk membangun Indonesia yang memiliki kemampuan memproduksi sendiri berbagai kebutuhan strategis, termasuk di sektor keamanan.
Usai mengunjungi area pameran, Presiden melanjutkan peninjauan ke area luar ruangan yang menampilkan alat dan mesin pertanian jagung sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Alat tersebut memperlihatkan keterkaitan antara penguatan sektor keamanan dengan pembangunan ekonomi dan ketahanan nasional secara menyeluruh.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































