Presiden Prabowo Bertolak ke Inggris dan Swiss: Bertemu Raja Charles, Teken MoU Kapal Ikan

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto melakukan lawatan luar negeri ke Inggris dan Swiss untuk menjalankan sejumlah agenda strategis yang telah dijadwalkan sejak tahun lalu.
Lawatan ini mencakup pertemuan antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London, Inggris. Pertemuan ini akan membahas sejumlah kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris.
Tak hanya itu, Prabowo juga akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan Raja Charles III.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuturkan pertemuan ini secara khusus membahas kelanjutan komitmen kerja sama konservasi gajah di Provinsi Aceh, yang sebelumnya telah disampaikan beberapa bulan lalu.
Baca Juga: Menko Polkam Tekankan Komunikasi Publik Terpadu dan Berbasis Data Pascabencana
Prasetyo menegaskan komitmen tersebut berangkat dari langkah konkret Presiden Prabowo.
“Ada rencana Bapak Presiden akan melakukan pertemuan dengan Raja Charles untuk menindaklanjuti kembali komitmen kita berkenaan dengan konservasi gajah di Provinsi Aceh,” ungkapnya.
Ia menambahkan konsesi lahan di Aceh yang sebelumnya dimiliki oleh perusahaan milik Presiden telah dikembalikan kepada negara dan dialihfungsikan secara khusus untuk kepentingan konservasi satwa.
“Pak Prabowo selaku pribadi, bukan selaku Presiden, telah menyerahkan atau mengembalikan konsesi tersebut kepada negara untuk dialihfungsikan bagi perlindungan atau konservasi gajah yang akan bekerja sama dengan Pemerintah Inggris,” ungkap Prasetyo.
Selain isu lingkungan, lawatan ke Inggris juga diarahkan pada penguatan sektor ekonomi kelautan.
Baca Juga: Kawal Demokrasi Daerah: Kemenko Polkam Pastikan Pengukuran IDI 2025 Objektif
Pemerintah Indonesia berencana menjalin kerja sama internasional dalam pembuatan kapal tangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan nelayan nasional.
“Dengan luas laut kita yang hampir dua per tiga wilayah negara, kita masih kekurangan puluhan ribu kapal tangkap ikan,” ungkap Prasetyo.
Kerja sama ini dibuka secara luas dengan mitra dalam dan luar negeri, dengan tujuan menggerakkan ekonomi sekaligus menjaga kedaulatan sumber daya laut Indonesia.
“Ini untuk menggerakkan ekonomi, membantu saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai nelayan, sekaligus melindungi potensi kekayaan ikan kita supaya dinikmati oleh bangsa kita sendiri,” tegasnya.
Agenda Presiden di Inggris juga mencakup pembahasan kerja sama pendidikan dengan sejumlah kelompok universitas ternama.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Penguasaan Iptek Kunci Peradaban Tinggi dan Kesejahteraan Bangsa
Penjajakan kerja sama ini sebelumnya telah dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dan kini memasuki tahap finalisasi.
“Akan ada pertemuan yang membicarakan pendidikan dengan beberapa grup universitas di Inggris yang sudah beberapa kali kita lakukan penjajakan dan akan difinalisasi,” kata Prasetyo.
Usai menyelesaikan agenda di Inggris, Presiden melanjutkan lawatan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum. Kehadiran Indonesia dalam forum tersebut dinilai penting di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berubah.
“Ini bagian dari bagaimana kita harus menjalankan kerja sama antarnegara, mencari peluang-peluang ekonomi di tengah kondisi dunia yang geopolitik dan begitu dinamis,” ujar Prasetyo. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































