INTERNASIONAL

Presiden Iran Tuntut Badan Pengawas Nuklir PBB Stop Standar Ganda

Masoud Pezeshkian.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (Foto: Dok. Source. Irna.ir)

Jakarta, IDM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa badan pengawas nuklir PBB harus mencabut standar ganda jika ingin negaranya untuk kembali melanjutkan kerja sama.

Pada minggu lalu, Pezeshkian memberlakukan undang-undang yang menangguhkan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Berdasarkan penangguhan ini, IAEA tidak akan lagi diizinkan untuk mengawasi fasilitas nuklir Iran. Langkah itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan usai konfrontasi militer dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Trump Sebut akan Kirim Senjata ke Ukraina Melalui NATO

“Kelanjutan kerja sama Iran dengan badan tersebut bergantung pada upaya badan itu untuk memperbaiki standar gandanya mengenai program nuklir,” kata Pezeshkian kepada Presiden Dewan Eropa Antonio Costa melalui telepon melansir Reuters, Jumat (11/7).

Standar ganda yang dimaksud yakni IAEA tidak mengecam serangan oleh AS dan Israel. Iran juga menganggap IAEA membuka jalan bagi pengeboman itu dengan mengeluarkan resolusi yang menyatakan Iran melanggar kewajiban non-proliferasi.

“Setiap agresi yang berulang (terhadap Iran) akan ditanggapi dengan tanggapan yang lebih tegas dan disesalkan. Kegagalan untuk mematuhi prinsip imparsialitas dalam pelaporan merupakan salah satu contoh yang menimbulkan keraguan terhadap status dan kredibilitas IAEA," ujarnya.

Sementara, IAEA mengungkapkan seluruh inspekturnya telah keluar dari Iran. Sehingga, badan itu belum dapat memeriksa fasilitas Iran sejak kerja sama ditangguhkan.

Baca Juga: Prabowo Dukung Reformasi PBB: Negara Selatan Dunia Harus Punya Peran Lebih Besar

Konflik antara Israel dan Iran pecah pada 13 Juni, ketika Israel melancarkan serangan udara terhadap situs militer dan tiga fasilitas nuklir Iran. Serangan itu memicu saling balas hingga AS turun tangan ikut menyerang fasilitas nuklir Iran.

Setelah 12 hari saling serang, Iran dan Israel menyepakati gencatan senjata yang dimediasi AS, yang mulai berlaku pada 24 Juni. Iran mengungkapkan serangan Israel telah menewaskan 935 warga negara Iran termasuk 38 anak-anak dan 102 wanita. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.