Presiden Iran Sebut Takkan Terima Tuntutan Berlebihan AS

Jakarta, IDM – Presiden Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa pihaknya tidak akan menerima "tuntutan berlebihan" dari Amerika Serikat (AS) di tengah proses perundingan damai yang dimediasi Pakistan.
"Negosiasi telah direncanakan sedemikian rupa sehingga hak-hak bangsa Iran sepenuhnya terjamin, dan Republik Islam Iran dalam keadaan apa pun tidak akan tunduk pada tekanan dan tuntutan berlebihan," kata Pezeshkian dalam rapat dengan otoritas Iran, melansir Irna.ir, Senin (25/5).
Baca Juga: Presiden Lebanon Tegaskan Penarikan Penuh Militer Israel jadi Prioritas Nasional
Menurutnya, AS telah beralih fokus dari penggunaan kekuatan militer ke perang ekonomi. Namun, Iran tetap kuat menghadapi konfrontasi tersebut.
"Meskipun musuh telah mengalihkan fokusnya ke perang ekonomi setelah kegagalan militer, pemerintah dan sektor swasta, dengan bekerja sama dengan solidaritas, empati dan kerja sama, juga akan berhasil melewati tahap ini," ujarnya.
Baca Juga: Singgahi Shanghai Cina, KRI Bima Suci Bawa Puluhan Taruna AAL di Etape ke-6
Sebelumnya, ia mengunggah melalui platform X bahwa Iran terus berkomitmen dan membuka diri untuk setiap upaya guna menghindari perang. Ia menekankan, memaksa Iran untuk menyerah melalui paksaan hanyalah ilusi.
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































