Presiden Iran Kecam Dukungan Barat ke Israel

Jakarta, IDM – Presiden Iran Masoud Pezeshkian melontarkan kecaman terhadap Barat, dengan mengatakan bahwa Israel telah menggunakan senjata Eropa dan Amerika untuk melakukan pembantaian di Gaza.
Dilansir dari AP, Rabu (11/9), pernyataan itu Pezeshkian ungkapkan saat berkunjung ke Baghdad, Iraq, negara pertama yang ia kunjungi sejak menjabat sebagai presiden pada Juli.
Baca Juga: Iran Kirim Rudal Balistik ke Rusia, AS Peringatkan Resiko Eskalasi
"Entitas Israel melakukan pembantaian terhadap wanita, anak-anak, pria muda, dan orang tua. Mereka mengebom rumah sakit dan sekolah. Semua kejahatan ini dilakukan dengan menggunakan amunisi dan bom Eropa dan Amerika," imbuhnya, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Iran telah mendukung Hamas sejak perang pecah dengan Israel, yang menewaskan lebih dari 40.000 warga Palestina. Perang itu juga telah menyebabkan kerusakan besar dan membuat hampir seluruh populasi Gaza yang berjumlah 2,3 juta terpaksa mengungsi.
Baca Juga: Swedia Umumkan Bantuan Militer Baru untuk Ukraina Senilai US$444 Juta
Sementara, Amerika Serikat (AS) meyakini Iran telah memasok rudal balistik jarak pendek dan drone Shahed ke Rusia untuk digunakan melawan Ukraina. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































