Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI untuk Suku Dayak Pedalaman Disesuaikan

Jakarta, IDM – Presiden Prabowo Subianto meminta syarat terkait perekrutan suku Dayak pedalaman yang ingin menjadi prajurit TNI disesuaikan. Hal ini dikatakannya saat melakukan rapat dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan para Kepala Staf Angkatan di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (29/8).
Dilansir dari keterangan Humas Seskab, Minggu (30/8), hadir juga dalam kegiatan tersebut Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet.
Selain soal perekrutan suku Dayak pedalaman dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga meminta perkembangan mengenai beberapa hal yaitu penanganan beberapa bencana antara lain pascagempa bumi di Flores, erupsi Gunung Merapi, serta penanganan Kebakaran Hutan Lahan di Indonesia khususnya Kalimantan dan Sumatra.
Baca Juga: Demo di DPR, Menko Polkam Djamari: Pergerakan Kelompok Perusuh Sudah Dipantau!
"Presiden ingin edukasi terkait bahaya pembakaran hutan diberikan para Babinsa di desa kepada warga untuk sama-sama menjaga hutan dan lahan kita bersama," tulis keterangan Humas Seskab.

Permintaan Panglima Jilah
Sebelumnya pada Jumat (28/8), Panglima Jilah sang pemimpin besar suku Dayak seluruh Kalimantan bertemu Presiden Prabowo Subianto.
Dalam keterangan Humas Seskab, Prabowo langsung mengintruksikan pembangunan berbagai kebutuhan masyarakat Dayak Kalimantan sesuai permohonan Panglima Jilah.
Baca Juga: Demi Stabilitas Tanah Papua, Kemenko Polkam Pacu Revisi PP MRP
Intruksi tersebut yaitu pembangunan jalan di daerah pedalaman, seperti Sanggau dan sekitarnya, pembangunan Sekolah Rakyat dan beasiswa di berbagai wilayah kota adat Dayak yang saat ini sudah terbangun 2 Sekolah Rakyat di Kalimantan Barat, pembangunan rumah adat Dayak hingga keinginan warga Dayak untuk masuk menjadi angggota TNI-Polri, persyaratannya disesuaikan kembali, misalnya penggunaan tato bagi suku adat.
"Panglima Jilah juga menegaskan pentingnya melibatkan masyarakat adat dalam pencegahan karhutla. Melalui para tokoh adat, edukasi terus dilakukan agar pembakaran lahan tidak dilakukan sembarangan. Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah serta menangani karhutla secara bersama," tulis keterangan Humas Seskab.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































