Perkuat Kesiapsiagaan Nasional, Prabowo Berencana Datangkan 200 Helikopter di 2026

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kemampuan negara menghadapi bencana alam dan situasi darurat.
Meski tengah menghadapi berbagai musibah di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, Prabowo menilai Indonesia sebagai bangsa besar tetap mampu bertahan dan bangkit dari berbagai cobaan.
Prabowo menyoroti peningkatan signifikan dalam respons pemerintah terhadap bencana. Ia menyebut negara mampu mengerahkan 50 helikopter untuk operasi penanganan bencana di Sumut, Aceh dan Sumbar.
Menurutnya, kapasitas helikopter tersebut sulit untuk dibayangkan dalam beberapa tahun yang lalu.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Penambahan Anggaran dan Dukung TNI–Polri Tangani Bencana di Sumatra
“Rakyat melihat reaksi pemerintah cepat, alat-alat negara segera hadir,” ujarnya.
Ia menambahkan lima helikopter baru akan memperkuat armada yang sudah beroperasi di wilayah terdampak bencana.
Kemudian, Prabowo mengumumkan rencana besar pemerintah untuk mendatangkan 200 helikopter tambahan mulai Januari tahun depan, sebagai bagian dari program peningkatan kesiapsiagaan nasional.
Selain helikopter, ia menyebut kedatangan lima pesawat angkut berat C-130J Hercules dan pesawat Airbus A400M beberapa waktu lalu merupakan upaya strategis untuk memastikan Indonesia memiliki peralatan pertahanan dan kemanusiaan yang memadai.
Baca Juga: Menko Polkam Djamari Chaniago Pastikan Negara Hadir Dampingi Korban Bencana di Sumatra Barat
Prabowo juga menanggapi kritik sebagian pihak terkait pembelian alutsista dalam jumlah besar. Ia menekankan Indonesia berada dalam “ring of fire”, wilayah rawan bencana alam yang menuntut kesiapan maksimal.
“Kalau ada bencana, kalau ada perang sekalipun, kita tidak bisa datang ke toko dan membeli helikopter. Tidak ada,” tegasnya.
Ia menilai pemimpin harus berpikir jauh ke depan, merencanakan, dan memastikan negara siap menghadapi segala kemungkinan, termasuk situasi terburuk.
Prabowo menegaskan penguatan alutsista bukan semata kebutuhan militer, tetapi juga instrumen vital untuk operasi kemanusiaan dan penyelamatan rakyat. “Itu tugas pemimpin,” pungkasnya. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































