POLKAM

Perketat Pengawasan Program Strategis Nasional, Presiden Prabowo Turun Langsung Awasi Kinerja Kementerian

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Foto: Dok. Setpres/BPMI)

Jakarta, IDM – Pemerintah menyatakan komitmennya untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program-program strategis nasional guna memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan nasional sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pengawasan yang kuat merupakan instrumen penting untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Semangatnya kita, kita betul-betul mau berusaha sekeras-kerasnya memerangi budaya korupsi ini,” kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan tak Ada Ampun bagi Penyelewengan MBG

Menurutnya, penguatan pengawasan tidak hanya difokuskan pada program-program prioritas tertentu, melainkan mencakup seluruh kegiatan yang dijalankan kementerian dan lembaga.

Pemerintah akan terus mengoptimalkan peran lembaga pengawas internal agar setiap tahapan pelaksanaan program dapat diawasi secara menyeluruh.

Prasetyo menjelaskan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama aparat pengawasan internal pemerintah secara rutin melakukan audit dan evaluasi terhadap penggunaan anggaran maupun pelaksanaan program di berbagai kementerian dan lembaga.

“Sesungguhnya seluruh program pasti harus dilakukan pengawasan. BPKP sebagai audit internal keuangan pemerintah dan seluruh kementerian serta lembaga secara rutin melakukan pengawasan terhadap seluruh proses yang berjalan,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenko Polkam: Pemuda Harus jadi Motor Diplomasi Solutif Hadapi Ketidakpastian Global

Selain memperkuat pengawasan institusional, pemerintah juga memastikan adanya pengawasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Negara secara berkala menerima laporan perkembangan berbagai program prioritas sebagai bagian dari mekanisme monitoring dan evaluasi nasional.

Prasetyo menegaskan, Presiden tidak hanya memantau capaian program, tetapi juga mengevaluasi berbagai kendala yang dihadapi kementerian dan lembaga agar target pembangunan dapat direalisasikan secara efektif dan tepat waktu.

“Beliau sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan memang rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh program dan seluruh kementerian,” pungkasnya.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.