Peretas Korut Curi Rahasia Militer dan Nuklir dari Banyak Negara

Jakarta, IDM – Kelompok peretas Korut telah melakukan spionase siber skala global dan mencuri rahasia militer yang berkaitan dengan program senjata nuklir untuk diterapkan di industri pertahanan Korut.
Hal itu diungkapkan dalam pernyataan bersama Biro Investigasi Federal AS (FBI), Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC), dan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS).
Mereka mengatakan bahwa kelompok peretas yang dikenal dengan nama Andariel itu, menargetkan entitas pertahanan untuk memperoleh informasi rahasia, dengan tujuan memajukan program militer dan nuklir Korut.
Baca Juga: Inggris dan Jerman Sepakat untuk Perkuat Kerja Sama Pertahanan
Kelompok tersebut telah mencari informasi di berbagai bidang, mulai dari pemrosesan uranium hingga tank, kapal selam, dan rudal. Mereka telah menargetkan Inggris, AS, Korea Selatan, Jepang, India, dan negara lain.
"Andariel merupakan bagian dari Biro Pengintaian Umum Korut dan aktivitas siber terlarang kelompok tersebut menimbulkan ancaman berkelanjutan terhadap organisasi infrastruktur penting di seluruh dunia," tulis pernyataan bersama tersebut melansir NCSC, Jumat (26/7).
"Sebagai bagian dari operasinya, Andariel juga telah meluncurkan serangan ransomware terhadap organisasi layanan kesehatan Amerika Serikat untuk memeras sejumlah biaya dan mendanai aktivitas spionase lebih lanjut," tambahnya.
Baca Juga: Rusia dan Cina Gelar Patroli Gabungan di Samudra Pasifik
Andariel pun disebut menggunakan teknik phishing untuk mengelabui pejabat di perusahaan yang menjadi target agar memberikan akses ke sistem komputer internal mereka.
“Operasi spionase siber global yang kami ungkap hari ini menunjukkan sejauh mana aktor yang disponsori Korut bersedia melakukan apa saja untuk meneruskan program militer dan nuklir mereka," kata Paul Chichester, Direktur Operasional NCSC. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































