Inggris dan Jerman Sepakat untuk Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Jakarta, IDM – Inggris dan Jerman menandatangani deklarasi pertahanan bersama yang mencakup kesepakatan untuk memperkuat industri pertahanan, memperkuat keamanan Eropa hingga mendukung Ukraina dalam memukul mundur pasukan Rusia.
Baca Juga: Gandeng Turki, Irak Tetapkan Kurdi Sebagai Organisasi Terlarang
Dilansir dari Gov.uk, Kamis (25/7), Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris John Healey dan Menhan Jerman Boris Pistorius menandatangani deklarasinya di Berlin pada Rabu. Kesepakatan itu juga mencakup komitmen untuk mempererat interoperabilitas antar pasukan militer dalam mengatasi berbagai tantangan termasuk keamanan siber.
“Kunjungan ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa keamanan Eropa akan menjadi prioritas luar negeri dan pertahanan pertama pemerintah ini,” kata Healey.
Baca Juga: Korut Kirim Ratusan Balon Pembawa Sampah ke Korsel, Beberapa Jatuh di Kompleks Kepresidenan
“Deklarasi pertahanan baru antara Inggris dan Jerman akan memulai hubungan pertahanan baru yang mendalam, yang dibangun berdasarkan nilai-nilai bersama kedua negara," tambahnya. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































