INTERNASIONAL

Pentagon: Balon Pengintai Cina Tidak Mengumpulkan Informasi Intelijen

Brigadir Jenderal Pat Ryder
Juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Pat Ryder. (Foto: Dok. Dvidshub.net)

Jakarta, IO - Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa balon pengintai Cina yang melintasi Carolina Selatan dan akhirnya ditembak jatuh oleh jet tempur AS, tidak mengumpulkan informasi intelijen seperti yang dituduhkan sebelumnya.

Dilansir dari ABC, Sabtu (1/6), juru bicara Pentagon Brigadir Jenderal Pat Ryder menjelaskan, pentagon telah melakukan penelitian terhadap balon pengintai yang melintasi negaranya dan ditembak jatuh oleh pesawat tempur F-22 menggunakan rudal AIM-9X Sidewinder pada awal tahun ini.

Baca Juga: Menlu AS: Pemberontakan Wagner Tunjukkan “Keretakan” di Rusia

"Kami menyadari bahwa balon itu memiliki kemampuan pengumpulan intelijen, tetapi berdasarkan penilaian kami sekarang, itu tidak mengumpulkan informasi apapun saat transit di Amerika Serikat," kata Ryder.

Menurutnya, pihaknya telah memastikan balon itu tidak mengumpulkan informasi intelijen apapun berkat langkah strategis yang telah dilakukan AS. Selama memasuki wilayah udara negaranya, Ryder sebut Pentagon telah melakukan pencegahan untuk mengurangi potensi pengumpulan data intelijen oleh balon tersebut.

Baca Juga: Prancis Berhasil Uji Coba Prototipe Glider Hipersonik V-MAX

"Seperti yang kami katakan pada saat itu, kami juga mengambil langkah-langkah untuk mengurangi potensi upaya pengumpulan informasi intelijen," jelasnya.

Sebelumnya, balon udara Cina yang memiliki tinggi 60 meter itu melintasi militer AS dan memicu kekhawatiran bahwa Beijing tengah mengumpulkan informasi intelijen. Kendati demikian, Cina menegaskan balon itu digunakan untuk kepentingan meterologi dan menyimpang dari jalur yang ditetapkan karena kemampuan self-steering yang terbatas. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.