Penangkapan Presiden Venezuela, DPR Sebut sebagai Penjajahan Modern

Jakarta, IDM – Anggota Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, mengecam keras penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat.
Ia menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman nyata bagi tatanan dunia global.
Baca Juga: Sukamta: Penangkapan Presiden Venezuela Preseden Berbahaya bagi Kedaulatan Negara
“Penangkapan Presiden Venezuela oleh Amerika Serikat adalah preseden yang sangat berbahaya. Ini bukan penegakan hukum, melainkan bentuk penjajahan modern yang merusak tatanan dunia,” tegas Syamsu Rizal yang akrab disapa Deng Ical.
Menurutnya, tindakan yang dilakukan pemerintahan Presiden AS Donald Trump mencerminkan praktik hukum rimba internasional, di mana negara kuat bertindak sepihak tanpa menghormati mekanisme hukum global.
“Ini bukan lagi soal Venezuela. Donald Trump sedang menerapkan hukum rimba internasional. Jika dunia diam, maka hukum internasional tidak lagi memiliki makna,” ujarnya.
Baca Juga: DPR Laporkan Progres Pemulihan Bencana Sumatra ke Presiden Prabowo
Deng Ical mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil sikap tegas dengan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) segera menggelar Sidang Darurat guna membahas kasus tersebut secara terbuka dan adil.
“Indonesia harus berada di garda depan memperjuangkan keadilan internasional. PBB tidak boleh hanya mengeluarkan kecaman normatif,” pungkas Deng Ical. (Ykb)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































