INTERNASIONAL

Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Siap Balas Serangan yang Lebih Besar ke Israel

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan siap untuk membalas serangan lebih besar ke Israel dan AS. (Foto: irna.ir)

Jakarta, IDM - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan siap untuk membalas serangan lebih besar ke Israel dan AS.

Khamenei menyebut rezim Zionis sebagai anjing yang terikat dan bergantung pada perlindungan Washington.

"Fakta bahwa bangsa kami siap menghadapi kekuatan Amerika Serikat dan anjingnya yang terikat, rezim Zionis (Israel), sangat patut dipuji," tutur Khamenei yang dikutip dari Reuters, Kamis (17/7).

Baca Juga: Australia Tuduh Cina Mata-matai Latihan Talisman Sabre

Pada bulan lalu, Israel dan AS melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran dengan dalih bahwa fasilitas tersebut merupakan bagian dari program pengembangan senjata nuklir. Teheran bersikukuh bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan sipil.

"Pangkalan yang diserang Iran adalah pangkalan regional Amerika yang sangat sensitif," ujar Khamenei merespons serangan rudal Iran di pangkalan Al Udeid di Qatar.

Khamenei menegaskan pihaknya tak segan-segan melakukan serangan yang lebih besar hingga dapat menimpa AS dan negara-negara lain.

Iran saat ini berada di bawah tekanan untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan AS. Hal itu lantaran Washington dan tiga negara besar Eropa telah sepakat untuk menetapkan akhir Agustus sebagai batas waktu kesepakatan.

Baca Juga: Trump Ungkap Sistem Patriot Telah dikirim ke Ukraina

Jika tidak ada kemajuan yang dicapai, menteri luar negeri Prancis memperingatkan sanksi internasional akan diterapkan kembali melalui mekanisme snapback Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

"Baik di bidang diplomatik maupun militer, setiap kali kami memasuki tahap ini, kami melakukannya dengan tangan penuh dan bukan dari posisi lemah," kata Khamenei.

Meskipun demikian, Parlemen Iran merilis pernyataan bahwa Teheran tidak akan melanjutkan perundingan nuklir dengan AS kecuali prasyaratnya terpenuhi. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.