Pemimpin Tertinggi Iran akan Dipilih, Pascapemakaman Khamenei

Jakarta, IDM – Proses pemilihan suksesor Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan ditunda.
Melansir media Iran International, Rabu (4/3), Fars News yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa sesi terakhir Majelis Tinggi Iran secara tatap muka untuk memilih pemimpin baru akan ditunda hingga pekan depan setelah pemakaman Khamenei.
Baca Juga: Menlu Tegaskan Indonesia Siap jadi Mediator Perdamaian AS-Iran
Alasan utamanya adalah demi meningkatkan langkah-langkah keamanan. Kini, Majelis Ahli Iran mengalihkan pertemuannya ke format daring dan mengadopsi metode pemungutan suara alternatif demi keamanan dan kekhawatiran atas keselamatan para anggotanya.
Proses pemilihan pengganti Khamenei diatur dalam konstitusi Iran. Majelis Ahli yang terdiri dari 88 anggota dan dipilih oleh publik, adalah pihak yang berwenang untuk menunjuk pemimpin tertinggi baru melalui pemungutan suara. Khamenei tidak menunjuk pengganti dan menyerahkan keputusan itu kepada Majelis Ahli.
Baca Juga: AS Klaim Hancurkan Kapal Induk Drone Iran
Sementara, Iran saat ini diatur oleh dewan transisi, yang dibentuk selama masa kekosongan kepemimpinan. Dewan itu terdiri dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan seorang anggota Dewan Penjaga Konstitusi (Guardian Council) Ayatollah Alireza Arafi. (bp)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.































































































