INTERNASIONAL

AS Klaim Hancurkan Kapal Induk Drone Iran

Kapal Induk Drone Iran IRIS Shahid Bagheri
Kapal Induk Drone Iran IRIS Shahid Bagheri (Foto: Dok. Wikimedia)

Jakarta, IDM – Pusat Komando Militer Amerika Serikat (US CENTCOM) mengklaim berhasil menghancurkan kapal induk drone Iran, IRIS Shahid Bagheri pada awal 'Operation Epic Fury', nama operasi serangan skala besar ke Iran.

US CENTCOM melalui platform X, membantah klaim yang beredar di media Iran bahwa kapal induk AS telah tenggelam. Sebaliknya, kata CENTCOM, pasukan AS berhasil menargetkan kapal induk drone Iran.

"Satu-satunya kapal induk yang terkena serangan adalah Shahid Bagheri, kapal induk drone Iran. Pasukan AS menyerang kapal tersebut beberapa jam setelah meluncurkan Operasi Epic Fury," tulis CENTCOM dikutip pada Selasa (3/3).

Baca Juga: Diserang AS Saat Proses Negosiasi, Iran Tegaskan Hal Ini

Namun, CENTCOM tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai serangan terhadap Shahid Bagheri, termasuk seberapa besar kerusakan yang diderita. Iran juga belum memberikan tanggapan atas klaim tersebut.

IRIS Shahid Bagheri adalah kapal komersial yang dialihfungsikan dan dioperasikan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Diresmikan tahun lalu, kapal ini dipresentasikan oleh Teheran sebagai platform berbasis laut untuk sistem nirawak.

Kapal ini dikonfigurasi untuk meluncurkan maupun mendaratkan drone dan helikopter. Tujuannya untuk memberi Iran sarana memperluas jangkauan operasi udara tanpa awak di luar garis pantai.

Sejak memulai serangan pada Sabtu (28/2), CENTCOM telah mengerahkan banyak aset militer canggih termasuk Pesawat Pembom B-1 dan B-2 AS. Pesawat itu disebut "menyerang jauh di dalam Iran untuk menurunkan kemampuan rudal balistik Iran."

Baca Juga: Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat SU-24 dan Puluhan Rudal Balistik Iran

"USS Gerald R. Ford (CVN 78), kapal induk terbesar di dunia, terlibat dalam pertempuran dengan pasukan AS yang mendukung Operasi Epic Fury – meluncurkan pesawat dari Laut Mediterania Timur," tulis CENTCOM.

Selain itu, CENTCOM juga menyatakan telah meluncurkan serangan terhadap semua kapal Iran di Teluk Oman. Hal itu disebut sebagai upaya mengakhiri ancaman Iran terhadap kebebasan navigasi maritim di perairan tersebut.

"Dua hari yang lalu, rezim Iran memiliki 11 kapal di Teluk Oman, hari ini mereka memiliki nol. Rezim Iran telah mengganggu dan menyerang pelayaran internasional di Teluk Oman selama beberapa dekade. Hari-hari itu telah berakhir," katanya. (bp)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.